Siasat Banyak Petahana Kepala Daerah di Sulut Pertahankan Kekuasaan: Utus Istri, Anak atau Saudara Kandung jadi Calon

Manado – Provinsi Sulawesi Utara akan menggelar 8 pemilihan pasangan kepala daerah (Pilkada) pada 9 Desember 2020 mendatang.

Ke 8 Pilkada tersebut adalah Pilkada Gubernur, Pilkada Kota Manado, Kota Bitung dan Kota Tomohon, Pilkada Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bolmong Timur dan Bolmong Selatan.

Di antara 8 Pilkada itu, sejumlah petahana kepala daerah sudah dua periode menjabat sehingga tidak lagi menjadi calon di daerah bersangkutan.

Beberapa nama petahana kepala daerah sudah dua periode di antaranya, Walikota Manado, Vicky Lumentut, Walikota Tomohon, Jimmy Eman, Bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan, Bupati Minahasa Selatan, Christiany Eugenia Paruntu dan Bupati Bolmong Timur, Sehan Landjar.

Menarik, lima petahana kepala daerah yang tidak lagi maju sebagai calon walikota dan bupati tersebut, berusaha menggantikan posisi mereka dengan keluarga terdekat.

Keluarga terdekat yang di maksud adalah anak, istri atau saudara kandung.

Kota Manado misalnya. Julyeta Paulina Runtuwene tak lain istri dari petahana walikota Vicky Lumentut telah mendapat tiket Partai Nasdem, PSI dan Perindo sebagai calon walikota.

Baca Juga:  Tim Polda Sulut dan Kodam XIII Merdeka Menciduk Pria Yang Diduga Ingin Makar

Serupa di Kota Tomohon. Jilly Eman, putri dari petahana walikota Jimmy Eman mengantongi rekomendasi Partai Nasdem, Hanura dan Demokrat.

Di Kabupaten Minahasa Selatan ada Michaela Paruntu, adik dari petahana bupati Tetty Paruntu mendapatkan dukungan penuh Partai Golkar.

Selanjutnya ada Shintia Gelly Rumumpe, putri dari petahana bupati Minahasa Utara, Vonnie Anneke Panambunan telah mendapat rekomendasi Partai Nasdem, Hanura dan PBB.

Terakhir, Amalia Landjar, putri petahana Bupati Bolmong Timur, Sehan Landjar.

Amalia sudah mendaftarkan diri sebagai calon Bupati Boltim di Partai Golkar, Nasdem, PDIP, PAN dan Partai Demokrat.

Pemerhati politik, Ventje Bilusajang, kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Minggu (9/8/2020), menilai keluarga petahana tampil di Pilkada adalah wajar meskipun secara etika perlu dipertanyakan.

“Memang undang-undang kita tidak melarang, sah-sah saja. Tapi secara etika bagaimana? Apalagi, ternyata sebagian besar daerah yang akan menggelar Pilkada di Sulut ikut terlibat keluarga petahana. Tidak tanggung-tanggung mereka tampil sebagai bakal calon kepala daerah, bukan wakil,” tutur Ventje Bilusajang sambil tersenyum.

Baca Juga:  Pangdam XIII/Merdeka Bersama Gubernur dan Forkopimda Provinsi Gorontalo Gelar Pertemuan

Ventje menambahkan, banyaknya keluarga petahana maju Pilkada merupakan bukti bahwa kekuasaan merupakan wilayah yang paling diminati.

“Boleh di kata, mengajukan keluarga dekat maju Pilkada merupakan siasat petahana pertahankan kekuasaan. Kuncinya ada di partai politik (Parpol),” tukas dia.

Selain Parpol, menurut jurnalis senior ini, peran masyarakat sangat dibutuhkan untuk menghasilkan pemimpin berkualitas dan berintegritas.

Pemilu dan Pilkada hanya sarana.

“Di alam demokrasi masyarakat adalah pemegang kedaulatan tertinggi. Pilihlah pemimpin yang berintegritas. Jangan hanya dipengaruhi kekuasaan dan uang menggadaikan pilihan kita,” pungkas Ventje Bilusajang. (YerryPalohoon)


Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
1369 votes

This will close in 10 seconds