Astaga, sudah Agustus Bekas Galian tidak Diaspal, Pemkot Manado juga Terkesan hanya Biarkan

Manado – Melintas di sejumlah ruas jalan di Kota Manado masyarakat akan melihat banyak bekas galian.

Sebagian sudah ditimbun kembali alias sudah pengerasan, namun beberapa bagian belum dilakukan pengerasan dikarenakan proyek galian belum selesai pengerjaan.

Penelusuran wartawan Manadonews.co.id, galian tersebut merupakan proyek saluran kabel dari PT PLN Suluttenggo yang dikerjakan dua kontraktor pelaksana proyek.

Kontraktor pertama adalah PT Prysmian yang mengerjakan proyek SKTT (Saluran Kabel Tegangan Tinggi) 150kV GIS Sario – GIS Teling.

Kontraktor kedua, KSO PT Stal Teknika dan PT Trimegah Elektrik yang mengerjakan sejumlah proyek galian saluran kabel dengan tegangan lebih rendah.

Mengingat pelaksanaan proyek sejak awal 2020 dan hampir semua galian sudah selesai pengerjaan maka pihak kontraktor diharapkan segera memperbaiki bekas galian di jalan pada kondisi semula untuk mencegah kemacetan lalulintas.

“Jika pengerjaan proyek sudah selesai, mestinya kondisi jalan sudah kembali seperti semula,” ujar Sonny Tadjure, warga Kecamatan Wanea, kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Senin (10/8/2020).

Sonny berharap pihak pelaksana proyek memanfaatkan waktu liburan sekolah untuk menyelesaikan proyek sambil menyontohkan ruas rawan macet yakni Jalan Tololiu Supit di Teling-Tingkulu.

Baca Juga:  Olly Hormati Hasil Pilkada Sangihe

“Di sana ada banyak sekolah, SMP, SMA bahkan sekolah theologia. Di hari-hari biasa ruas ini terkenal sangat macet. Bayangkan jika sekolah sudah buka dengan kondisi jalan banyak bekas galian belum diaspal kembali,” tukas Sonny Tadjure mengingatkan.

Selain itu, Sonny Tadjure juga mendesak Pemkot Manado memanggil pihak pelaksana proyek menanyakan progres pembangunan dan kapan perbaikan jalan dirampungkan.

“Karena ikut merusak fasilitas publik, pasti pelaksanaan proyek disertai perjanjian dengan pemerintah kota kapan jalan diperbaiki dan dikembalikan pada kondisi semula,” tegas Sonny yang juga seorang jurnalis ini.

Sebelumnya diberitakan, aspirasi masyarakat yang mempertanyakan estimasi waktu pelaksanaan proyek, perbaikan rehabilitasi jalan yang dirusak hingga pemanfaatan, dijawab penanggung-jawab proyek wilayah Manado dari PT. Prysmian, Saka Tarigan.

Kepada wartawan Manadonews.co.id, Selasa (28/4/2020) lalu, Saka Tarigan menjelaskan proyek SKTT dikerjakan di Jalan Tololiu Supit, Jalan 14 Februari, Jalan 17 Agustus, Jalan Katamso dan Jalan Ahmad Yani.

“Pekerjaan konstruksi estimasi sampai bulan Juni. Perapihan kembali di estimasi sampai Juli, bergantung saat ini (pandemic) yang mana pekerjaan cukup berpengaruh dikarenakan virus covid-19,” tulis Saka Tarigan melalui pesan WhatsApp ketika itu.

Baca Juga:  Bupati Bolsel Hadiri Coaching Clinic Reformasi Birokrasi

Lanjut Saka Tarigan, untuk pelaksanaan pengerjaan proyek pihaknya terlebih dahulu telah meminta izin kepada beberapa stakeholder terkait.

“Izin ke Dinas PUPR dan Dishub Kota Manado, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan yang dilewati jalur proyek,” jelas Saka Tarigan.

Sementara untuk jalan yang dirusak akibat pengerjaan proyek, tambah Saka Tarigan, akan dilakukan perbaikan selesai pekerjaan konstruksi.

“Kondisi jalan akan dikembalikan seperti semula dan ditargetkan dikerjakan begitu pekerjaan konstruksi selesai. Sementara untuk pemanfaatan belum bisa dipastikan dikarenakan Covid-19,” pungkas Saka Tarigan. (YerrryPalohoon)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
986 votes

This will close in 10 seconds