GPdI Berduka. Ketua Majelis Wilayah XCVII Poigar, Pdt A.S Beret Meninggal Dunia

BOLMONG,MANADONEWS.CO.ID,-Manusia adalah makhluk yang terbatas kekuatan dan kemampuannya. Bukti nyata keterbatasan manusia adalah memprediksi apa yang akan terjadi.
Jangankan minggu, bulan atau tahun, dalam hitungan detik, menit dan jam saja manusia tidak tahu apa yang akan terjadi didepannya. “…sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.” (Yakobus 4:14).


Selain tidak tahu apa yang akan terjadi, manusia juga tidak tahu kapan hari kematian akan menjemput. Hidup manusia di dunia ini hanyalah seperti uap, yang sebentar ada dan berlalunya teramat cepat.


Jumat, (28/8/2020) sore itu, saya sedang bermain alat musik drum di dalam gereja. Setelah cukup lama berlatih saya pun melangkahkan kaki menuju ke rumah, tiba-tiba handphone saya berdering. Tak disangka saya mendapat kabar dukacita. Seorang yang saya kagumi dan merupakan ayah rohani saya dikabarkan telah berpulang kerumah bapa disorga.

Sedih, kaget, merasa tak percaya, itulah yang saya rasakan saat itu. Tetapi saya berpikir itulah kematian, setiap manusia pasti akan mengalami hal serupa tinggal menunggu gilirannya.

Baca Juga:  Diskop dan UKM Sulut Dorong Pelaku Usaha Bolmong, Ini Harapan Kadis Ofir Ratu


Papi gembala adalah Idola saya. Semasa kecil saya pernah tinggal dipastori. Ayah saya adalah sahabat dekatnya. Dimata saya papi adalah seorang pemimpin yang tegas, baik dan penyayang.


Dengan perasaan sedih saya pun bergegas kerumah duka. Sesampai Disana saya melihat papi sudah terbujur kaku. Tak ada suara lagi dari papi. Yang saya dengar hanyalah tangisan dari orang orang yang sangat mencintai papi.


“Papa so siap karu eegh, mungkin papa sobarasa. ada mobawah karumah saki mar papa so bilang sudahjo,” ungkap salah satu anak almarhum kepada saya.


“Papa menghembuskan nafas terakhir di puskesmas poigar pukul 16.30 wita. Ibadah pemakamannya akan dilaksanakan senin, pukul 13.00 wita,” sambung Ali dengan wajah yang tampak sedih.


Franli Beret sapaan Ali, adalah salah satu dari tiga bersaudara anak almarhum. Selain Ali Almarhum Pdt A.S Beret memiliki seorang anak bernama Ester Beret dan Cristo Beret.


Franli merupakan Gembala GPdI di Lolak, sementara saudaranya Ester sudah terlebih dahulu dipanggil Tuhan. Sedangkan Cristo adalah merupakan anak yang bungsu yang saat ini sedang kuliah di Unsrat Fakultas Hukum.

Baca Juga:  Diskominfo Kotamobagu Terima Kunker KPID Sulut


Semasa hidup almarhum dikenal sangat baik. Almarhum Pdt A.S Beret, merupakan Ketua Majelis Wilayah XCVII Poigar dan selaku Gembala GPdI Elim Poigar.


Selain baik almarhum juga dikenal tegas dan setia dalam tugas pelayanan. Tak heran banyak yang merasa kehilangan seorang pemimpin yang andal.


“Banyak warga jemaat dan gembala yang merasa kehilangan. Termasuk kami jemaat GPdI Gloria Mariri Baru,” tutur Pdm Elifas Manitik.


“Kami jemaat dan gembala turut berdukacita, Doa kami semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan penghiburan oleh Tuhan,” ucapnya.

Dukungan moral serta ungkapan dukacita pun terus mengalir di grup via whatsup komisariat remaja GPdI Bolmong Kotamobagu dan Panitia Remaja Kreatif GPdI.


“Atas nama Seluruh Pengurus Komisariat Remaja Bolmong Kotamobagu dan seluruh anggota menyatakan Turut Berdukacita atas meninggalnya ayah dari Cristo Beret. Doa kami semua keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan penghiburan. Imanuel,” ucap Ketua Komisariat Remaja GPdI BMK Johanis Lepa SPd, MPd.

Penulis: David Olad

Tags:

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
5588 votes

This will close in 10 seconds