Bersama Kandouw, Olly Berkomitmen Laksanakan Pemerintahan yang Akuntabel

SULUT,Manadonews.co.id-.Wawancara ekslusif CNN Indonesia bersama Calon Gubernur Sulut Olly Dondokambey, turut mengupas rahasia kepemimpinan kuat ODSK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw) yang mampu membawa Sulut Hebat seperti sekarang ini.

Menariknya, Olly pun tak segan untuk mengungkap apa yang dilakukannya bersama Steven Kandouw ketika pertama kalinya menakhodai Bumi Nyiur Melambai.

Menurut Olly, semuanya itu bermula dari komitmen bersama dengan Steven Kandouw ketika mencalonkan diri.

“Satu komitmen kita adalah melaksanakan pemerintahan yang akuntabel,” kisah Olly menjawab pertanyaan Frida Lidwina dari CNN Indonesia, Kamis (08/10).

Dan ketika kemudian terpilih sebagai top eksekutif Sulut, sambung Olly, yang dilakukan ODSK adalah mengevaluasi, terutama sumberdaya manusia di Pemprov Sulut.

“Saat kami terpilih, kami evaluasi semua sumberdaya manusia di Pemprov Sulut,” ungkap Gubernur Sulut periode 2015-2020 ini.

Parameter yang dipakai untuk menakar kemampuan kalangan pejabat ASN dilakukan secara serius, terutama untuk menentukan ‘The Right Man and The Right Place (Job)’, pihaknya bekerjasama dengan Ikatan Psikologis Indonesia.

“Kita tes kompetensi mereka, sehingga kita bisa tahu persis untuk menempatkanorang sesuai the right man and the right place. Dalam menempatkan para pejabat tidak sekadar subyektivitas,” tukasnya.

Baca Juga:  Hadiri Ibadah di GMIM Makedonia Lopana, Wagub Sulut : Jangan Jadikan Ibadah Sebagai Seremonial

Hal itu dilakukan dalam melakukan rolling, katanya, agar jalannya pemerintahan sesuai apa yang diharapkan.

“Yakni menghasilkan pemerintahan yang bertanggung jawab demi kesejahteraan masyarakat. Dan selama 5 tahun apa yang dilakukan tidak ada gejolak, semuanya secara baik,” tuturnya.

Ditekankan Olly, dalam pemerintahan itu tidak harus one man show.

“Karena sehebat apapun seorang pemimpin, tanpa didukung team work dari bawah , tidak akan berhasil. Perlu manajamen terencana dan obyektif,” katanya.

Sedangkan menjawab pertanyaan terkait kepemimpinan yang membutuhkan gerak cepat seperti halnya di masa pandemi, Olly mengatakan pihaknya mengedepankan kerjasama dan tidak menumpu pada satu dua instansi dalam bekerja.

“Pada saat terjadi covid, beban berat kana da di tiga dinas, yakni kesehatan, dinas sosial, dan naker. Kalau sesuai pembebanan pekerjaan, mereka tidak mampu secara cepat, karena terbatas. Contoh dalam menyalurkan 100-an ribu bantuan sosial, kemudian kesehatan hrs tangani sekian ribu pasien, begitu juga naker hrs berhadapan dgn buruh dan karyawan yang di-phk. Kalau cuma dibebankan ke tiga instansi ini, tidak jalan,” beber Olly.

Baca Juga:  Social Distancing Disebut jadi Langkah Ampuh Cegah Penyebaran COVID-19

Jalan keluarnya, Pemerintahan ODSK kemudian mendistribusikan neban kerja pada dinas-dinas lain, dalam penanganan distribusi dan pengawasan yang ada di masa pandemi.

“Kekompakan dalam team work sangat perlu di sini. Seperti saya selalu bilang, kerja bersama hasilnya pasti besar,” katanya.

Dan semuanya bisa berjalan dengan baik, karena sudah terbentuk dalam ritme kerja seluruh ASN di Pemprov Sulut, katanya. Dan selaku pimpinan, aku Olly, dia perlu mengambilk keputusan tanpa ragu.

“Misalnya pada saat pandemi Maret lalu, semua pusing, cari APD susah, rapid test susah, mahal. Kita pun langsung ambil keputusan apa yg bisa. Kontak jaringan. Bahkan beli dari cina ketika diijinkan asalkan sesuai keputusan. Kalau kita tunda-tunda dan takut, tidak jalan baik,” pungkasnya.
(*/stvn)

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
3741 votes

This will close in 10 seconds