MAKASAR,MANADONEWS.CO.ID– Panglima Kodam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus berkomitmen penuh mendukung program strategis nasional dengan menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Cetak Sawah Regional Sulawesi yang diselenggarakan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/6/2026). Pertemuan lintas sektoral ini merupakan wujud nyata dukungan TNI dalam memperkuat program ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Rapat strategis yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian RI ini memfokuskan pembahasan pada percepatan konstruksi cetak sawah dan langkah antisipatif menghadapi prediksi kekeringan jangka panjang tersebut, diikuti oleh unsur Kementerian Pertanian, TNI AD, pemerintah daerah, serta para pelaksana program cetak sawah dari berbagai wilayah Indonesia.
Pada kesempatan tersebut, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menegaskan dukungan penuh Kodam XIII/Merdeka terhadap program cetak sawah baru di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
“Dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi lintas sektor, seperti pendampingan, pengawasan, koordinasi lintas sektor, serta pengerahan sumber daya yang diperlukan guna memastikan seluruh tahapan kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan mencapai target yang telah ditetapkan,” kata Pangdam.
Pangdam mengatakan bahwa program cetak sawah rakyat merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan nasional. TNI Angkatan Darat terus bersinergi dalam program ini, termasuk di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo melalui pengawalan Babinsa, guna menumbuhkan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru bagi warga, dan menjaga pasokan pangan.
“Keberhasilan program cetak sawah tidak hanya akan meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan global yang dihadapi saat ini,” tandasnya.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi, keterpaduan langkah, dan komitmen yang kuat dari seluruh pihak sehingga pelaksanaan konstruksi cetak sawah Tahun Anggaran 2026 dapat terlaksana secara efektif, tepat waktu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. (Regina.TS)












