Pemprov Sulut Terus Lakukan Lompatan Besar

SULUT,Manadonews.co.id-.Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara jelang lima tahun terakhir telah berhasil melakukan lompatan pembangunan di daerah “Nyiur Melambai”.

Masuk dalam jajaran 5 (lima) Destinasi Wisata Super Prioritas Indonesia Sulawesi Utara terlebih khusus Likupang telah memicu pembangunan diberbagai sektor di daerah selain Pembangunan KEK Bitung.

Seperti proyek perluasan terminal Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dengan memakan anggaran sekitar Rp 500 Miliar.

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang merupakan salah satu dari Lima Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang menjadi fokus pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

Kementerian PUPR telah membuat sejumlah program. Pembangunan infrastruktur yang diutamakan adalah jaringan jalan, khususnya pembangunan jalan dari bandara menuju  Likupang. 

Selain infrastruktur jalan dari bandara menuju Likupang yang menjadi perhatian utama, juga  pembangunan jalan yang menghubungkan Bitung dengan Likupang terus dipacu meskipun saat ini pemerintah diperhadapkan dengan Pandemi COVID-19.

Pemerintah Provinsi Sulut tidak pernah menyerah untuk terus melakukan lompatan pembangunan meskipun diterpa COVID-19. Menghadapi New Normal, perubahan gaya hidup dan kebiasaan dibutuhkan guna keberlangsungan kegiatan industri pariwisata.

Baca Juga:  Hukum Tua Desa Matungkas Akan Memeriksa Penduduk Baru

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Pariwisata Daerah telah menyiapkan sejumlah panduan untuk “tatanan Normal Baru” yang akan diterapkan di seluruh tempat wisata yang ada di Sulawesi Utara, yakni Tahapan Persiapan dan Tahap Pelaksanaan.

Hal ini merupakan bagian dari tujuan Pencegahan Penyebaran Virus Corona pada Daerah Wisata di Provinsi Sulawesi Utara memasuki Era New Normal, seperti yang disampaikan Gubernur Sulut Olly Dondokambey melalui Kepala Dinas Pariwisata, Henry Kaitjily.

Selain itu sektor pembangunan yang  teris dipacu adalah pembangunan Bendungan Kuwil, Kawangkoan. Bendungan ini selain memiliki manfaat pengendalian banjir air yang berpotensi terjadi di Kota Manado akibat tidak terkendalinya tumpahan air Danau Tondano yang melewati Sungai Tondano, Hal lainnya adalah sebagai salah satu sumber air baku di Manado, Bitung, dan Minahasa Utara dan sebagai power plan yang dapat menghasilkan listrik sebesar 0,7 MW serta sebagai tempat wisata.

Selain itu Jalan Tol Manado-Bitung sepanjang 39 km terus di pacu selama beberapa tahun terakhir bahkan sebagian jalannya sudah bisa beroperasi.

Menurut Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Jalan Tol Manado-Bitung ini akan menghubungkan dua kota terbesar di Sulawesi Utara, yakni Manado dan Bitung dan menunjang KEK Bitung.

Baca Juga:  Ini Maksud Gubernur Olly Temui Menteri PPN

“Jalan Tol Manado-Bitung ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Manado, Minahasa Utara, dan Bitung serta menjadi jalan akses utama menuju Kawasan Ekonomi Khusus dan Pelabuhan Internasional Bitung,” jelas Olly.

Selain itu juga, Pemprov Sulut yang didukung penuh Presiden RI Joko Widodo terus memacu pembangunan proyek Manado Outer Ring Road (MORR) III yakni ruas Winangun-Malalayang sepanjang 11,5 kilometer.

Proyek dengan nilai Rp.150 milliar ini diharapkan menjadi solusi kemacetan di jalur bagian selatan Kota Manado (Malalayang-Bahu) dan pusat kota yang sejak lama terus dilanda kemacetan.

Proyek pembangunan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Regional Ilo Ilo Wori juga telah dipacu pembangunannya oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang turut melibatkan investasi swasta.

Rencananya TPA ini akan melayani beberapa wilayah, mencakup Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa, Kota Manado, dan Kota Bitung. TPA regional ini juga akan menggunakan lahan seluas 30 hektare dan terbagi ke dalam dua tahapan.

Nantinya, pengolahan sampah di TPA regional ini akan menggunakan metode termal yang akan menghasilkan tenaga listrik dan meninggalkan residu yang relatif sedikit.

Baca Juga:  Sepak Terjang Pencuri Mobil di Bolaang Berakhir di Tikala

Untuk membangun TPA yang nilainya ditaksir Rp.181 miliar ini, Pemprov menyatakan telah menjalin kerja sama dengan investor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

TPA Regional Ilo Ilo Wori juga menjadi salah satu solusi terhadap masalah sampah di Kota Manado.

Pada Rabu (23/9/2020) lalu, Pemprov Sulut juga secara resmi melaunching Direct Call Ekspor Hasil perikanan Manado – Sulawesi Utara Langsung Jepang di Bandara Sam Ratulangi, Manado.

Ekspor perdana direct call hasil perikanan dari Manado langsung ke Jepang ini berupa komoditas perikanan dan pertanian Sulut ini juga menjadi lompatan keberhasilan Pemprov Sulut ditengah pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

Selain itu komoditi Sulut yang awalnya senilai 66.000 Dolar AS ini diterbangkan pesawat Garuda Indonesia A 330-200 dengan rute Jakarta-Manado-Tokyo, dan nilainya terus bertambah dari hari ke hari.
(Adve/stvn)