Hasil Lebih Akurat, Survei Lokal Indonesian Observer Kalahkan Lembaga Survei Nasional

Manado – Pilkada serentak 9 September 2020 sudah usai. Khusus untuk Kota Manado, paslon jagoan PDI Perjuangan, Andrei-Angouw dan Richard Sualang (AARS) unggul sementara hitungan cepat sejumlah lembaga survei nasional salah-satunya Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Hitung cepat LSI yang dirilis pukul 22:30 WIB di hari H Pilkada total suara masuk sudah 100 persen, menempatkan AARS di urutan pertama dengan perolehan 36,39 persen suara.

AARS yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerindra unggul atas paslon usungan Partai Nasdem, Perindo dan PSI, Paulina Julyeta Runtuwene-Harley Mangindaan (Paham) yang hanya memperoleh 27,66 persen suara.

Menyusul paslon usungan Demokrat dan PAN, Mor Dominus Bastiaan-Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) 22,63 persen suara, dan peringkat terakhir paslon Golkar, PKS dan Hanura, Sonya Selviana Kembuan-Syarifudin Saafa (SSK-S2) dengan perolehan 13,32 persen suara.

Sementara, data desk tim kampanye, AARS unggul sementraa 39,1 persen, disusul Paham 27,1 persen, Mor-HJP 23,3 persen dan terakhir SSK-SS 10,5 persen.

Menarik, ada sebuah fenomena yang sempat ramai dibicarakan sebelum Pilkada digelar, yaitu terkait lembaga survei yang merilis hasilnya.

Untuk Pilkada Manado, seminggu sebelum pertarungan dilaksanakan, publik sempat dibuat bingung dengan rilis berbeda yang disampaikan dua lembaga yang mengekspose hasil survei.

Baca Juga:  Pilkada Manado, Vicky Lumentut: Saatnya Dia akan Tampil

Pertama, Indobarometer. Lembaga survei nasional yang dipimpin Muhammad Qodari itu mengungkap pasangan Paham unggul 40,5 persen disusul 26,3 persen, 17,8 persen dan terakhir 7,5 persen, hanya sayangnya lembaga survei yang disebut sebut terdaftar di KPU Manado ini tak berani mencantumkan nama paslon di urutan 2 hingga 4, dari hasil survei yang beredar luas nama paslon sengaja mereka tutup. Kontrasnya, hasil survei ini disampaikan via zoom dari Jakarta dan hanya dihadiri paslon Paham dan tim.

Kedua, Indonesian Observer. Lembaga survei lokal pimpinan putera daerah Sulut Andre Mongdong ini lebih berani lagi. Dari dua kali paparan survei mereka mengundang langsung wartawan di Hotel Quality dan Hotel Swissbel menyampaikan kajian ilmiah yang mereka survei dengan memberikan hampir 40 pertanyaan berbeda pada masyarakat terdiri dari 85 variabel.

Di survei terakhir November 2020, lembaga yang sempat dinyatakan Ketua KPUD Manado Yusuf Wowor tidak terfaftar di KPU Manado itu, menyatakan AARS unggul 39,1 persen, posisi kedua Paham 24,1 persen, ketiga Mor-HJP 20,6 persen terakhir SSK 9,7 persen. Margin of Error 4,52 persen.

Sebanyak 1,2 persen responden masih merahasiakan pilihan dan tidak tahu/tidak jawab (TT/TJ) 5,3 persen.

Baca Juga:  Soal Penyaluran Bansos, Bawaslu Manado Didesak Tindaklanjuti Laporan Tim Hukum AARS

Dengan Margin of Error 4,52 persen, maka terlihat jelas bahwa hasil survei Indonesian Observer paling tepat, dibandingkan Indobarometer yang salah total.

Terkait fenomena itu, Paulus Sembel, pengamat politik Sulut, ikut memberi berpendapat terkait Indonesia Observer, lembaga survei yang pernah melakukan survei Sinyo Harry Sarundajang (SHS) dua kali pada Pilkada 2005 dan 2010, serta ODSK Pilkada 2015, termasuk beberapa calon di kabupaten dan kota.

“Kalau hasil sementara sekarang justru sangat berbanding terbalik dengan hasil lembaga survei nasional sudah sangat terkenal seperti Indobarometer. Saya kurang tahu, apakah metode atau pengambilan sampling yang salah atau tidak tepat. Apakah pertayaannya tidak tepat, atau input data kurang akurat, dan lain-lain, lembaga survei tersebut yang tahu. Sebab, ini bicara kewibawaan suatu lembaga survei,” tutur Paulus Sembel kepada wartawan di Manado, Jumat (11/12/2020).

Hal yang sama diungkap Pdt. Ricky Pitoy Tafuama, STh. Mantan wartawan Kompas ini menyatakan survei Indonesian Observer sudah terbukti dan sangat akurat.

“Survei mereka pernah dijadikan acuan oleh SBY, untuk memberikan dukungan kepada GSVL-MoR maju di Pilkada Manado lalu,” papar dia.

Baca Juga:  Pilkada Manado 2020: Konstelasi Politik Terbaru dan Komposisi Kursi Partai di DPRD

Adri Otay, warga Ranotana, saat diminta tanggapan menyebut dari awal dirinya sudah curiga pada hasil paparan Indobarometer yang tidak dilakukan seperti biasanya secara terbuka.

“Biasanya undang wartawan di suatu tempat lalu diekspose, ini hanya zoom dihadiri calon. Kemudian yang aneh mereka tidak menyebut siapa di urutan dua sampai empat, malah sengaja ditutup dengan coretan. Kita yakin sebenarnya AARS di urutan satu kemudian diganti paslon Paham,” tukas Otay tersenyum.

Penanggungjawab Indonesian Observer, Andre Mongdong, saat diminta komentarnya terkait hal itu mengatakan, mengenai hasil survei yang mereka publikasikan, seperti yang selalu disampaikan dalam konferensi pers sebelumnya, itu sudah menjadi tanggung jawab mereka kepada publik.

“Kami hanya bekerja sesuai standar metodologi penelitian survei yang berlaku umum dan sesuai pengalaman kami sejak 2005, tidak pernah ada survei kami yang meleset. Sehingga saat ada survei lain yang berbeda hasil, kami tenang-tenang saja. Itu semua karena kerja tim kami baik expert analist, project manager, supervisor bahkan tim survei lapangan dari kalangan mahasiswa yang kami tahu telah bekerja profesional menjaga independensi dan integritas lembaga. Kami bangga punya team work ini,” jelas Mongdong. (JerryPalohoon)