Pakai Narkoba Asal Makassar, Pasutri di Manado di Bekuk Tim BNNP Sulut

Manado,MANADONEWS.co.id- Tim Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut kembali menangkap pemakai Narkoba jenis sabu di Kota Manado.

Adapun pengguna yang berhasil di bekuk merupakan pasangan suami istri (pasutri) asal Minahasa Utara (Minut) dengan inisial HMK(57) alias Aten warga bersama istrinya ILDS (41) alias oma, keduanya ditangkap di tim BNNP Sulawesi Utara (Sulut) di kelurahan Sukur lingkungan 2, kecamatan Airmadidi, (1/4/2021).

Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Victor J Lasut menjelaskan, penangkapan yang dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat, dan dilaksanakan penyelidikan lebih lanjut sehingga berhasil menangkap tersangka.

‘’kami menangkap secara bersamaan sepasang suami istri ini saat sedang memakai sabu di TKP. Dari keduanya kami meningkatkan penyelidikan sampai ke Makassar tempat mereka memesan narkoba tersebut.’’ Ungkap Lasut saat konfrensi pers, kamis (1/03/2021).

Kepala BNNP Sulut itu menambahkan dari upaya penyelidikan sampai Makassar, sehingga berhasil menangkap tersangka H alias Amri (42) warga Makassar yang berprofesi sebagai buruh dan sopir tersebut, kamis (25/03/2021).

Dijelaskan, dari keterangan  pasangan suami istri ini mereka memesan barang terlarang itu lewat online pada tersangka H di Makassar.

Baca Juga:  Anjungan Sulut di TMII Bakal Direvitalisasi

Setelah melakukan transaksi sabu tersebut dikirim via jasa pengiriman kepada pemesan. Saat pasangan suami istri ini menerima paket dan menggunakannya, maka Tim BNNP Sulut menangkap mereka.

Pada kesempatan itu Lasut menegaskan untuk HMK dikenakan Pasal 112 ayat 1 Juntco Pasal 132 ayat 1. Sedangkan untuk ILDS dan H dikenakan pasal 114 ayat 1 Juntco Pasal 132 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 Juntco 132 ayat 1 dan Pasal 127 ayat 1 a UU Nomor35 Tahun 2009 Tentang narkoba.

‘’ Berdasarkan pasal yang dikenakan maka ketiga tersangka akan diganjar hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 Tahun.” ujarnya sambil menegaskan penangkapan pasutri pemakai narkoba salah satu atas informasi dari warga.

Ditambahkannya, hasil pemeriksaan
tersangka Oma  ILDS ternyata pemakai narkoba yang telah berulang kali di tangkap. Sementara  tersangka Hardo alias Amri mengaku, dirinya baru dalam bisnis penjualan sabu dan sudah ditangkap polisi. Katanya, 1 paket sabu dijual dengan harga Rp.1.5 juta/gram, dia mengaku HMK dan Oma ILDS telah lima kali memesan dari saya di Makassar.
.
“Ancaman dan bahaya narkoba adalah musuh kita semua untuk mencegah dan memberantasnya, salah satu secara cepat dan sukarela melapor ke BNNP Sulut dan aparat keamanan terdekat.”tegas Kepala BNNP Sulut itu sambil mengajak seluruh komponen masyarakat mendukung terwujudnya Sulut bebas narkoba.

Baca Juga:  Peringati Paskah, GMIM "Moria" Kali Gelar Pawai Kreatif

Pada kesempatan itu bersama para tersangka tim BNNP Sulut juga menyita barang bukti  berupa telepon seluler, kartu ATM, buku tabungan dan 1 gram Kristal sabu dari hasil sisa pemakaian para tersangka yang selanjutnya digunakan untuk proses hukum kepada tiga orang tersangka.(nando)