Berdiskusi Langsung dengan Mahasiswa Asing, Suharso Monoarfa Dengar Permintaan Mengejutkan

Malang, Manadonews.co.id – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, berharap agar mahasiswa asing yang berkuliah di Universitas Brawijaya Kota Malang, menjadi duta Indonesia di negara masing-masing jika sudah lulus nanti.

Hal ini diucapkan Menteri Suharso saat memberikan sambutan dalam acara Kerjasama Selatan Selatan dan Triangular (KSST), Jumat, 16 April 2021.

“Saya sangat berharap setelah menyelesaikan studi kalian semua bisa menjadi duta antara Indonesia dan negara kalian. Saya berharap Anda dapat menjembatani komunikasi untuk mempererat hubungan kedua negara dengan berbagi kabar baik dan pengalaman tak terlupakan di Indonesia, mempromosikan masakan tradisional kita, musik kita, alam kita yang indah, serta produk Indonesia,” ujar Menteri.

Menteri menambahkan, bahwa saat ini terdapat lebih dari sepuluh ribu mahasiswa internasional di Indonesia, dan seratus tujuh puluh diantaranya merupakan mahasiswa Universitas Brawijaya.

Menteri juga menyadari bahwa program beasiswa bagi pelajar internasional telah memberikan manfaat untuk meningkatkan ‘people-to-people contact’ antar negara.

Mahasiswa yang hadir dalam pertemuan tersebut diantaranya berasal dari Tunisia, Palestina, Yaman, Rusia, Amerika, dan Sudan. Menteri juga meminta mahasiswa yang hadir untuk menyampaikan kesannya tentang Indonesia.

Baca Juga:  Pembangunan Pantura Jawa Ringankan Krisis Ekonomi

Salah satu yang memberikan kesan adalah Mujamid dari Rusia. Ia mengatakan selama ini kegiatan belajar berjalan dengan baik tanpa masalah. Namun, ia dan teman-temannya mengalami kendala dalam berbahasa Indonesia. Oleh karenanya mereka berharap diberikan kursus Bahasa Indonesia dan lebih banyak berinteraksi dengan mahasiswa Indonesia.

Diketahui, pemerintah aktif memberikan beasiswa bagi orang-orang dari negara-negara selatan. Pemerintah Indonesia memiliki beberapa program beasiswa, dua di antaranya adalah beasiswa Dharma Siswa dan Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB). Sayangnya, karena situasi pandemi, program beasiswa pada tahun 2020 tertunda.

Universitas Brawijaya merupakan kampus unggulan untuk program beasiswa. Menteri juga menyampaikan apresiasi kepada Rektor Universitas Brawijaya atas kepemimpinan meningkatkan kontribusi Universitas Brawijaya terhadap program beasiswa.

Hal baiknya, program ini telah terintegrasi dengan penelitian dan inovasi SSTC yang dilakukan oleh Pusat Kajian SSTC Universitas Brawijaya.

(JerryPalohoon)