Deretan Dukungan untuk Mapalus Pendidikan Forkompimdikda, Dari Gubernur Hingga Kemendikbud

Manado, MANADONEWS –
Terobosan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Utara (Sulut) mendapatkan respon positif dari sejumlah pihak. Bahkan, pola ini akan diterapkan sebagai uji coba di provinsi-provinsi lainnya.

Selain gubernur Sulut, inisiasi Mapalus Pendidikan yang baru saja membentuk Forum Komunikasi Pimpinan Pendidikan Daerah (Forkompimdikda) juga mendapat dukungan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Menurut Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Chatarina Muliana Girsang, tata kelola pendidikan tidak lepas dari sinergi.

“Tidak hanya pemerintah daerah dengan pendidikan dasar menengah. Tapi juga pendidikan menengah dengan pendidikan tinggi,” kata Chatarina saat menghadiri pembukaan Mapalus Pendidikan secara virtual, Jumat (30/4).

Dia meyakini, sinergitas seluruh stakehoulder mampu menuntaskan generasi emas menjadi generasi yang memiliki karakter.

“Dalam hal pendidikan, tidak mungkin hanya bisa diselesaikan pemerintah daerah, tidak mungkin dapat diselesaikan Kemendikbud. Tapi bagaimana kita semua bersinergi dan gotong royong dari semua yang kita miliki,” sebut dia.

Chatarina mengatakan, melalui Mapalus Pendidikan ‘Forkompimdikda, tidak ada lagi ruang batas dan gerak yang menjadi sekat terkait masalah kewenangan.

“Walaupun secara undang-undang dibagi kewenangan, namun implementasinya untuk mewujudkan generasi emas, harus bergandengan tangan. Tidak bisa lagi saling lempar-lempar tanggung jawab. Anak-anak bukan hanya milik kabupaten/kota. Anak-anak itu kelak menjadi generasi penerus bangsa,” tuturnya.

Baca Juga:  Klarifikasi Kasus Staf Ahli Komisi V DPR, Yasti: Tak Ada Hubungannya dengan Saya!

Dia juga mengapresiasi Kepala LPMP Sulut Febry Dian yang memiliki semangat membangun gotong royong semua stakehoulder dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. “Semoga kolaborasi kita dapa meningkatkan kualitas SDM anak-anak kita khususnya anak-anak Sulawesi Utara,” tandasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sulut Olly Dondokambey menyambut gembira dan memberikan respon positif. “Saya mengaprediasi atas sinergitas yang ditunjukan antara LPMP Sulut dan pemerintah kabupaten/kota. Dengan Mapalus Pendidikan tentunya kita akan semakin mampu dalam membangun bangsa dan daerah melalui sektor pendidikan,” ungkapnya.

Olly membeberkan, pihaknya senantiasa menjadikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas utama dalam pembangunan daerah. Hal itu dapat dilihat dari pengembangan SDM dalam misi pembangunan daerah tahun 2016-2021, yakni memantapkan pengembangan SDM yang berkepribadian dan bersaya saing.

“Karena itulah, saya memandang kegiatan ini adalah bagian dan langkah bersama untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan dan sasaran pengembangan SDM. Melalui keterjaminan mutu pendidikan dalam rangka kontribusi bagi pembangunan bangsa dan daerah,” terangnya.

Dia juga memaparkan, pemerintah provinsi selalu menjadikan pengmbangan SDM dalam program pembangunan daerah.

“Menjadi harapan kedepan, kita akan terus bersama sama bekerja menghadirkan lompatan-lompatan dan inovas konstruktif untuk penguatan kapasitas dan fungsi,” pungkas Olly.

Baca Juga:  Garuda Indonesia Buka Lowongan Untuk Berkarier

Diketahui, Mapalus Pendidikan kembali bergulir di tahun 2021. Kegiatan yang LPMP Sulut berlangsung 30 April sampai 1 Mei.

Pada babak pertama tahun 2020, gerakan Mapalus Pendidikan yang ditandai dengan penandatanganan piagam Inisiatif Mapalus. Pencanangan ini bertujuan, semua pemangku kepentingan pendidikan untuk dapat saling membantu dan bekerja sama dalam dunia pendidikan apa lagi ditengah pandemi COVID-19. 

Sebagai kegiatan lanjutan, Mapalus Pendidikan kali ini membentuk Forkompimdikda. Hal ini dalam rangka jejaring kemitraan dalam penjaminan dan peningkatan mutu pendidikan di Sulut.

Kepala LPMP Sulut Febry Dien mengatakan, selama ini, kebijakan-kebijakan baik dari Kemendikbud, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi bias karena masing-masing bekerja sendiri-sendiri.

“Setiap pihak bekerja menurut aturannya sendiri. Padahal, pendidikan harus dikerjakan bersama. Karenannya, LPMP Sulut menginisiasi mengumpulkan,” ungkapnya.

Kenapa LPMP? Karena kalau pemerintah kabupaten/kota mengurusi sesuai kewenangan SD dan SMP. Pemerintah provinsi menangani SMK, SMA dan SLB. Sementara Unima, Unsrat, Politeknik, IAIN, IAKN menangani pendidikan tinggi.

“Mapalus sebagai jejaring diperlukan. Di tahap pertama tahun 2020, baru pada tingkat kabupaten/kota. Tahun ini kita tingkatkan dengan tingkat level provinsi. Stakehoulder yang melakukan penandatangan pertama kita undang kembali agar ada kolaborasi. Jadi Mapalus Pendidikan babak kedua sebagai melengkapi atau babak akhir dalam penyusunan konsep mapalus,” beber dia.

Baca Juga:  HUT PWRI ke- 56 Tingkat Provinsi Dipusatkan di Minahasa

Bahkan, lanjutnya, saat ini ditandatangani deklarasi pembentukan Forkompimdikda. Forum ini adalah sebuah konsep tentang mempersatukan pimpinan-pimpinan pendidikan daerah.

“Supaya tidak terpecah belah. Jadi kebijakan pendidikan pasti satu dan disamakan. Karenanya, Forkompimdikda ini akan disosialisasikan di 15 kabupaten/kota,” ujarnya.

Dien menjelaskan juga terkait struktur Forkompimdikda.”Dalam struktur, akan diatur sesuai eselon masing-masing pejabat. Rektor-rektor universitas negeri yang notabene eselon 1 akan menjadi ketua dan wakil ketua bersama kepala dinas provinsi, sekretaris kepala LPMP dan anggota seluruh kepala dinas pendidikan di 15 kabupaten/kota,” tandasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Gubernur Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut Grace Punuh, Direktur Jenderal Paud, Dikdas dan Dikmen Bapak Jumeri yang diwakili oleh Dr. Katman, M.A., Rektor Unima Prof Dr Deitje Adolfien Katuuk MPd, Rektor Delmus Puneri Salim S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D, Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pendidikan Anneke Areros, perwakilan Unsrat, perwakilan IAKN serta para kepala dinas pendidikan di 15 kabupaten/kota se-Sulut.(Youngky)