Asap Tempurung dan Minyak Cengkih ‘Disulap’ Jadi Desinfektan

  • Whatsapp

Buatan Fakultas Pertanian Unsrat

Manado, MANADONEWS –
Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terus berinovasi. Berbagai riset dan pengembangan ‘kampus hijau’, torehkan prestasi.

Seperti yang dijelaskan Dekan Fakultas Pertanian Unsrat Prof Ir Robert Molenaar, MS, Phd tentang program konsorsium Riset dan inovasi Covid-19.

Di mana, Faperta Unsrat membuat desinfektan dari asap cair tempurung kelapa. “Selain itu, kami juga membuat minyak cengkih sebagai anti Covid-19,” ungkap Prof Monelaar di hadapan Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat Puncak Perayaan Dies Natalis Fapareta Unsrat, Senin (31/5).

Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meluncurkan desinfektan dari peneliti Faperta Unsrat yang masuk dalam 55 inovasi penelitian untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Penelitian dilakukan  dengan memanfaatkan produk lokal asap cair tempurung kelapa dan minyak cengkih yang punya sifat anti mikroba, yang dapat dipakai sebagai desinfektan untuk benda-benda mati bahkan antiseptik pada tangan manusia.

Penelitian sebelumnya tentang asap cair untuk anti mikroba telah dilakukan baik terhadap benda maupun bahan pangan. Dalam arti asap cair adalah produk yang aman digunakan. Penambahan minyak cengkih juga sebagai anti mikroba dan juga sebagai aroma terapi. Bahan baku kelapa dan cengkih dipilih sebab kedua produk ini melimpah di Sulut dan harganya murah.

Baca Juga:  DPRD Gelar paripurna pengajuan Perda.

Sementara itu, Gubernur Olly Dondokambey sangat mengharapkan Faperta Unsrat semakin mantap dalam memberi kontribusi terhadap pelaksanaan Visi Pembangunan Daerah. “Terus ciptakan SDM unggul dan berkualitas,” kata gubernur.

Senada, Rektor Unsrat Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat Msc, DEA berharap Faperta semakin maju dan hebat.

“Lulusan semakin berperan di tengah masyarakat bahkan dapat menciptakan lapangan kerja demi semakin terwujudnya bangsa yang kuat,” kata Kumaat.

Dia menambahkan, Universitas Samratulangi telah mengambil langkah melalui penyesuaian kurikulum pendidikan tinggi untuk menghasilkan pembelajaran yang baik. “Dengan mengintegrasikan hard skill dan soft skill secara berimbang,” tukasnya.

(Youngky)

Pos terkait