Penduduk Miskin Sulut di Desa Menurun

  • Whatsapp

Manado, MANADONEWS –
Hampir dua tahun dunia dihantam krisis. Pandemi Covid-19 turut merusak sendi-sendi perekonomian masyarakat Indonesia, termasuk Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Meski begitu, tak ada alasan bagi Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw untuk tidak melanjutkan program operasi daerah selesaikan kemiskinan (ODSK) sejak dilantik medio 2016.

Meski dihantam pandemi, upaya pengentasan kemiskinan terus dilakukan. Alhasil penduduk miskin Sulut di pedesaan pada Maret 2021 menunjukan adanya penurunan dibandingkan periode September 2020.

“Penduduk miskin di daerah perdesaan turun 0,03 persen poin menjadi 10,61 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut Asim Saputra, belum lama ini di Manado.

Dia mengatakan selama periode September 2020-Maret 2021, penduduk miskin di daerah perdesaan turun sebanyak 1,02 ribu. “Dari 124.190 orang turun menjadi 123.170 orang,” ujar dia.

Dia menjelaskan pada Maret 2021, persentase penduduk miskin yakni penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan di Sulawesi Utara mencapai 7,77 persen atau sebanyak 196.350 orang, turun 0,01 persen poin dibanding September 2020 yang sebesar 7,78 persen 195.850 orang.

Baca Juga:  Api Melahap Pusat Kuliner Dego-Dego dan Kantor Redaksi ManadoNews

Peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih tinggi dibandingkan komoditas non makanan.

Sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2021 adalah sebesar 77,40 persen.

Kondisi ini tidak jauh berubah dibandingkan kondisi September 2020 yaitu sebesar 77,02 persen.

Jenis komoditas makanan yang berpengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun di perdesaan adalah beras, rokok kretek filter, tongkol/tuna/cakalang.

Sementara komoditas non makanan yang
memiliki pengaruh besar terhadap nilai Garis Kemiskinan di perkotaan maupun perdesaan adalah perumahan.

Pada Maret 2021, Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik 0,010 poin menjadi 1,238 dibanding September 2020, sementara Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) turun 0,015 poin menjadi 0,285.

(Youngky)

Pos terkait