Pasien Sengaja Dicovidkan? Ini Penjelasan Pihak Rumah Sakit

  • Whatsapp

Manado – Saat ini banyak beredar opini negatif terhadap pihak rumah sakit yang diduga sengaja ‘meng-covidkan’ pasien.

Bacaan Lainnya

Terkait hal tersebut, manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. RD Kandou melalui Direktur Medik dan Keperawatan, dr. Jehezkiel Panjaitan, memberikan klarifikasi.

Menurut Panjaitan, peralatan medis sekarang semakin maju sehingga lebih memudahkan untuk mengetahui pasien yang terpapar Covid-19 atau tidak.

“Banyak cara memeriksa untuk memastikan apakah pasien Covid atau tidak. Ada Antigen dan PCR,” ujar Jehezkiel Panjaitan kepada wartawan di RSUP Kandou, Jumat (6/8/2021).

Kecurigaan dan opini negatif terhadap pihak rumah sakit sering berakibat konflik dengan keluarga ketika pasien Covid-19 akan dikebumikan.

“Potensi terjadi keributan oleh keluarga pasien dimulai di IGD, karena semua rumah sakit di Sulut merujuk pasien di RSUP Kandou. Rujukan sebagian besar sudah di swap antigen dengan hasil positif,” tukas dia.

Baca Juga:  40 Mahasiswa Profesi Ners Poltekkes Manado Ikut Workshop di RSUP Kandou

Ditambahkan Panjaitan, ketika pasien meninggal di IGD, itu menjadi pegangan pihaknya.

“Ada keluarga yang menerima, ada yang tidak. Konsekuensinya dimakamkan dengan prosedur Covid-19 jika positif. Jika tak ada indikasi Covid, maka akan dikubur biasa,” ungkap Panjaitan.

Menurut Panjaitan, PCR TCM menjadi dasar RSUP Kandou. Meski demikian masih banyak keluarga tidak mempercayai hasil pemeriksaan.

“Contohnya, di rumah sakit awal negatif, tapi setelah uji klinis positif, maka akan ditetapkan positif. Sebab, kamar jenazah kami ada dua, biasa dan yang Covid,” katanya.

“Ada juga pasien yang meninggal dan diperiksa negatif, maka di bawah ke kamar jenazah biasa. Dan itu banyak serta tak diekspos. Intinya, keluarga keberatan dan tak bisa menerima dimakamkan dengan protokol Covid,” tandasnya lagi.

Dia menambahkan, rata-rata pasien yang dirujuk adalah pasien berat dan kritis.

“Semua yang kami lakukan ini merupakan regulasi pemerintah yang harus kami patuhi. Jadi, anggapan RSUP Kandou sengaja meng-covidkan pasien, tidak benar,” pungkas Panjaitan.

(Benyamin)

Pos terkait