Kabar Terbaru Proyek Tol Manado-Amurang, Ini Penjelasan Gubernur Olly

  • Whatsapp

Manado, MANADONEWS –
Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menegaskan perkembangan terkini proyek jalan Tol Manado-Amurang, pasca di setujui Pemerintah Pusat.

Menurutnya, sejumlah investor lokal maupun dari luar sudah melirik poyek yang nominalnya mencapai angka triliunan rupiah itu.

Lanjut Olly, Tol Manado-Amurang ini, diperkirakan menelan dana Rp7-8 triliun. Dan tentunya keseriusan investor harus diperhatikan. 

“Jika tidak ada aral melintang, pekan depan rapat lagi di Jakarta terkait komitmen investor (membangun) tol Manado-Amurang,” kata  Gubernur Olly, kepada wartawan Lobi Kantor Pemprov Sulut, Rabu (10/11).

Diberitakan sebelumnya, Tol Manado-Amurang bakal menjadi tol berikutnya di Sulawesi Utara.

Bumi Nyiur Melambai sebelumnya sudah punya Tol Manado – Bitung yang hingga kini masih kebut penyelesaiannya.

Proyek Tol Manado-Amurang sudah disetujui oleh pemerintah pusat.

Pembangunan Tol masuk major project nasional usulan dari Provinsi Sulut.

Adapun 3 usulan major project nasional selain Tol Manado-Amurang, ada juga Pembangunan Jembatan Lembeh-Bitung, dan Pembangunan Jembatan Pulau Karakelang – Salibabu.

Gubernur mengatakan, Tol Manado-Amurang sangat feasible dibangun. Meski begitu pemerintah belum akan menggunakan dana APBN untuk membangun tol ini. Pemerintah menunggu persetujuan investor karena tol akan dibangun dengan dana investasi.

Baca Juga:  Perda Covid-19, Pelangggar Perorangan Dijerat Denda dan Pidana

“program sudah disetujui, proyek ini dari dana investasi,” kata Gubernur, beberapa waktu lalu.

Diperkirakan dana membangun Tol ini sebesar Rp 7 triliun.

Estimasi tol ini dibangun sepanjang 74 kilometer.

Jika dibangun nanti Tol ini akan melintas Manado, Minut, Minahasa dan Minsel.

Tol dibutuhkan untuk mempersingkat waktu dan kelancaran distribusi.

Gubernur mencontohkan perjalanan Manado-Amurang memakan waktu 1,5 jam jaraknya sekitar 100 km jalannya banyak berkelok

Jika ada tol cuma 30 menit.

Tol salah satu fungsinya menghubungkan pusat kegiatan. Kegiatan ekspor-impor misalnya di Bitung, sehingga butuh dihubungkan lewat tol.

Kemudian kegiatan pertanian perkebunan di daerah selatan bisa dihubungkan lewat tol ke utara. Jalan tol juga untuk menunjang daerah wisata, selaras dengan pertumbuhan pesat kunjungan wisata di Sulut.

Sejalan dengan visi Sulut menjadi penyumbang positif ekonomi nasional maka pembangunan infrastruktur baru, akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah.

(Youngky)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *