Dialog Tripartit ILO bersama APINDO dan Instansi Terkait

Bitung, Manadonews.co.id – International Labour Organization (ILO) bersama BPN APINDO dan mitra kerja lainnya menggelar kegiatan berbentuk lokakarya dengan tema meningkatkan standart ketenagakerjaan, K3 dan praktik kerja yang responsif gender di sektor perkebunan kelapa sawit dan perikanan di Indonesia melalui forum tripartit tingkat sektoral dan provinsi, bertempat di Fave Hotel Kota Bitung,Rabu dan Kamis (19-20/10/2022).

Kegiatan dihadiri oleh beberapa pemateri diantaranya Thomas Darmawan, Ketua Bidang Perikanan APINDO Pusat.

Bacaan Lainnya

Tujuan kegiatan untuk membentuk Forum Tripartit tingkat sektoral di kalangan stakeholder tingkat provinsi.

Kegiatan juga untuk membentuk Forum Tripartit tingkat sektoral dan provinsi di kalangan masyarakat yang menjadi sasaran proyek dan peningkatan kesadaran tentang kesetaraan dan pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.

Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari dengan agenda hari pertama dialog sosial dan pembentukan forum tripartit tingkat provinsi dan sektoral (High Level Forum) dan hari kedua kesetaraan dan pencegahan tindak kekerasan dan pelecehan di tempat kerja.

Baca Juga:  Semarakkan HUT Bhayangkara ke-76, Polres Minahasa Gelar Kegiatan Ini

Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan sebuah komitmen bersama oleh perutusan masing-masing yakni Martinus Rorong dari Disnakertrans Provinsi Sulut, Amelia Tungka dari APINDO Sulut, Dinas Kelautan Perikanan Bitung, Frans Laurens dari Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung, Abrizal A. Ang dari Asosiasi Perikanan Pole and Line dan Handline Indonesia (AP2HI), dan Arnon Hiborang dari Serikat Pekerja Perikanan Indonesia (SPPI).

Januar Rustandie selaku National Project Coordinator ILO Jakarta and Timor Leste mengatakan tujuan kegiatan secara khusus adalah Membentuk Forum Tripartit tingkat Sektoral dan Provinsi di kalangan masyarakat yang menjadi sasaran proyek dan peningkatan kesadaran tentang Kesetaraan dan Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja Mendukung pelaksanaan dan pemantauan Tripartit yang Responsif Gender, mengembangkan aksi bersama di tingkat provinsi untuk meningkatkan kondisi kerja para pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit dan perikanan melalui upaya peningkatan praktik kerja yang responsif gender sesuai standar ketenagakerjaan dan K3.

“Pada November 2021, proyek ini mulai melaksanakan kegiatan Penelitian Awal dan Penilaian Sektoral yang bertujuan untuk membantu proyek dalam memastikan bahwa penetapan target Proyek didasarkan pada bukti, dan bahwa strategi akan mempertimbangkan akar penyebab masalah, faktor pendorong dan bukan pendorong kepatuhan, nuansa sektoral, dan peluang reformasi yang ada, termasuk area yang potensial untuk menciptakan keberlanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun penilaian awal dan sektoral yang komprehensif tentang kondisi kerja para pekerja di sektor rural, khususnya pekerja perempuan, di sub-sektor sasaran baik di Indonesia maupun Filipina dan mencakup kondisi kerja di subsektor sasaran Proyek di Filipina dan Indonesia yang mencakup prinsip dan hak-hak fundamental di tempat kerja (FPRW), pengaturan kerja, upah, jam kerja, jaminan sosial, cuti, termasuk K3, dan kesetaraan gender di subsektor sasaran Proyek. Dengan demikian, untuk memulai kegiatan bersama di tingkat provinsi dan sektoral, Proyek ini mengusulkan langkah berikutnya yaitu pembentukan forum tripartit di tingkat provinsi dan sektoral serta meningkatkan kapasitas konstituen tripartit untuk mempromosikan pekerjaan layak melalui penguatan dialog di tingkat perusahaan, tentang Standar Ketenagakerjaan, K3, Praktik kerja yang responsif Gender di sektor perkebunan Kelapa Sawit maupun Perikanan di Indonesia,“ ungkap Januar Rustandie.

Baca Juga:  PD Pasar Manado Terapkan Pembayaran Parkir Digital, Dimulai dari New Bendar 45

Sementara itu dari BPN APINDO Pusat oleh ketua bidang kelautan dan perikanan Thomas Darmawan dalam pemaparannya disampaikan banyak hal mengenai pengusaha perikanan dan berbagai permasalahannya.

“Kegiatan ini khusus tenaga kerja dan perikanan dan kali ini diadakan untuk komunitas perikanan di Bitung dan nantinya di Ambon banyak perusahaan perikanan dan yang tentu banyak terdapat permasalahan, dan APINDO mendukung kegiatan ILO ini, dan kegiatan ini lebih banyak di bidang naker, pengelolaan di bidang penangkapan ikan,” tutur Thomas Darmawan.

Amelia Tungka selaku Wakil Ketua Apindo Sulut menyampaikan terima kasih dan penghargaan bagi ILO dan APINDO Pusat yang telah menggelar kegiatan yang berguna agar kesadaran akan pentingnya dialog sosial dan perundingan bersama dalam mencegah terjadinya perselisihan perburuhan serta informasi dan pengetahuan tentang undang-undang ketenagakerjaan dan standar perburuhan internasional yang terkait dengan dialog sosial dan perundingan bersama serta membentuk forum tripartit di tingkat provinsi dan sektoral juga peran pemerintah, pengusaha dan pekerja dalam mencegah terjadinya pelecehan di tempat kerja.

Baca Juga:  Muktamar NU, 4 PWNU Zona Timur Tegaskan Solid Usung Gus Yahya

“Sangat penting mengembangkan aksi bersama di tingkat provinsi sebagai tanggapan terhadap Rencana Kepatuhan Strategis Tripartit yang Responsif Gender yang telah divalidasi yang mencakup target dan strategi proyek yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan, K3, dan kesetaraan gender,“ kata Amelia Tungka yang juga merupakan owner kawasan Megamas Manado.

(HenceKaramoy)

 

 

Pos terkait