Akhirnya Warga Dusun Pelita Temukan Figur Pemimpin Sejati Dalam Diri Franky Wongkar

MOTOLING, MANADONEWS.CO.ID – Dusun Pelita adalah wilayah yang masuk di dalam administrasi pemerintahan Desa Tondey, Kecamatan Motoling Barat, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Meski demikian sepanjang sejarahnya, warga Dusun Pelita punya persoalan klasik yakni akses jalan.

Sudah puluhan tahun masyarakat yang mendiami lembah pegunungan Lolombulan itu diperhadapkan dengan medan yang super berat lantaran akses jalan menuju Desa Tondey terbilang sangat tidak layak.

Situasi rumit itupun akhirnya terpecahkan dengan hadirnya sebuah solusi nyata. Dan solusi itu datang saat Kabupaten Minsel dinahkodai Franky Donny Wongkar, SH (FDW) sebagai Bupati.

Suami terkasih dari Ny, Elsje Sumual dan ayah dari Inri, Rael dan Eldo Wongkar inilah yang melakukan terobosan fenemenal guna membuka gerbang impian seluruh warga Dusun Pelita menuju era baru dengan sejuta senyuman mengembang.

“Kami sangat bersyukur karena kerinduan kami untuk memiliki infrastruktur jalan penghubung antara Dusun Pelita dengan Desa Induk Tondey Raya bisa selesai dan bisa digunakan,” ungkap puluhan warga Pelita saat menyambut rombongan Bupati FDW pada upacara penutupan sekaligus kunjungan lapangan di lokasi Pembangunan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115, di Desa Tondey, Rabu (09/11).

Baca Juga:  Kandouw Terima Vaksin Anak 12-17 Tahun

Ucapan terima kasih buat Bupati FDW dan TNI tak henti – hentinya mengalir dari warga Pelita.

“Sejak Minsel resmi menjadi daerah otonom, baru kali ini akses jalan Tondey ke Pelita layak untuk dilalui. Ternyata ditangan Bupati Wongkar, akhirnya jalur Tondey-Pelita bisa merdeka. Terima kasih untuk bantuan 1 Miliar dalam pembangunan perkerasan jalan Tondey-Pelita dari APBD Minsel dan 505 Juta dari pihak TNI sehingga pekerjaan perkerasan jalan bisa selesai dengan baik,” tutup tokoh-tokoh masyarakat pelita Tondey kepada FDW.

Warga pun mengungkapkan kalau mereka akhirnya meneukan figur pemimpin sejati di dalam diri FDW.

“Telah lama kami menantikan hadirnya sosok pemimpin sejati dan saat ini dia telah ada, hadir dan bekerja sangat keras buat kami yang tinggal di sini. Bapak Bupati Franky Wongkar adalah pemimpin sejati,” ucap warga dengan rona penuh kebahagiaan.

FDW mengaku sangat bersyukur atas kebersamaan yang tercipta antara Pemerintah Daerah Kabupaten Minahasa Selatan dan Institusi TNI di bawah komando Pandam XIII/Merdeka, Danrem 131/Santiago dan Dandim 1302 Minahasa selama satu bulan dalam kegiata TMMD ke-115.

Baca Juga:  MoU dengan BP2MI, Andrei Angouw: Bahasa jadi Kendala Pekerja Migran

“Mudah-mudahan ke depan Pemkab Minsel bisa mengalokasikan anggaran untuk pekerjaan peningkatan jalan bagi akses Pelita-Tondey seperti pengaspalan,” tukasnya.

Sementara itu, Kasrem 131/Santiago Kolonel Inf Hengki Yuda Setiawan mengaku sangat berterima kasih atas kolaborasi yang tercipta antara TNI dan Pemkab Minsel serta seluruh stakeholder sehingga program TMMD ini boleh terlaksana dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tegas Hengki.

Selama sebulan melaksanakan kegiatan TMMD telah dilakukan pengerasan jalan di Desa Tondey-Pelita sepanjang 2,8 KM dengan lebar 8 Meter, 1 buah plat dueker di Desa Tondei Panjang 2,80 m x Lebar 6 m, Pengecatan 2 unit Gereja di Desa Tondey, Pembuatan 2 unit MCK di Desa Tondey serta Pembuatan pos Kamling 1 unit di Desa Tondey.

Hadir dalam acara penutupan TMMD ke-115 Wakil Bupati Minsel Pdt. Petra Yani Rembang, MTh, Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Ircham Effendy selaku Dansatgas TMMD ke 115 TA 2022, Kapolres Minsel AKBP Bambang Harleyanto, Kajari Minsel Budi Hartono SH., M.Hum, Kapolsek Motoling, Camat Motoling Barat, Motoling dan Motoling Timur, Kadis Kominfo Minsel Ir. Max Weken dan seluruh pejabat teras kecamatan dan Desa.

Baca Juga:  Aturan Kampanye di Media Penyiaran Dipertegas KPUD Minahasa dan KPID

Pos terkait