DPRD Minsel Gelar Rapat Paripurna Penetapan Rencana Kerja DPRD dan Pembicaraan Tingkat DuaRanperda APBD Minsel Tahun 2023

AMURANG, MANADONEWS.CO.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menggelar Rapat Paripurna membahasa dua agenda sekaligus, bertempat di Kantor DPRD Minsel, Desa Teep, Kecamatan Amurang Barat, Jumat (18/11/2022).

Adapun agenda yang paripurnakan yakni Penetapan Rencana Kerja DPRD Minsel tahun 2023 dan Pembicaraan Tingkat Dua Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda)Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Minsel Tahun Anggaran 2023.

Pj Ketua DPRD Minsel Stefanus Lumowa saat memimpin Rapat Paripurna

Rapat yang dibuka dan dipimpin oleh Pj Ketua DPRD Minsel Stefanus Lumowa, SE itu dihadiri langsung Bupati Minsel Franky Donny Wongkar, SH bersama Wakil Bupati Pdt Petra Yani Rembang, Forkopimda Minsel, Para anggota DPRD Minsel, Sekertaris DPRD Minsel Lucky Tampi, Sekertaria Daerah Minsel Glady Kawatu dan para Asiaten Bupati, Pimpinan SKPD dan para Camat.

Pj Ketua DPRD Minsel Steven Lumowa selaku pimpinan DPRD mengatakan akan menindaklanjuti usulan dari Pimpinan Partai Golka Minsel sesuai dengan mekanisme dan perundang-undangannyang berlaku.

Kedua agenda yang diparipurnakan saat itu sudah disetujui oleh Pimpinan dan Anggota DPRD Minsel.

Baca Juga:  Si Jago Merah Beraksi di Teep, Tujuh Ruangan SMP 4 Dan SMA 1 Ambar Ludes Terbakar

Dalam kegiatan tersebut juga dilangsungkan penandatanganan oleh ketua DPRD Minsel dan Bupati Minahasa Selatan.

Bupati Minahasa Selatan Franky Donny Wongkar dalam sambutannya menyampaikan, berbagai krisis muncul dan mulai terjadi.

Seperti Krisis Pangan, Krisis Energi, Krisis Keuangan dan Pandemi Covid-19 yang belum berakhir di beberapa Negara.

Namun di tengah ketidakpastian global, ekonomi Indonesia justru tumbuh relatif cukup baik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara bahwa sebelumnya 15 (Lima Belas) Kabupaten/kota Di Sulawesi Utara tercatat masih ada kemiskinan ekstrim.

Di tahun 2022 Ini, kata Bupati, Ada 2 (Dua) Kabupaten yang Indikator Kemiskinan Ekstrimnya, mencapai Titik Nol. 2 (Dua) Kabupaten itu adalah Kabupaten Minahasa Selatan dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.

“Hal Ini membuktikan bahwa Kabupaten Minahasa Selatan mampu mengendalikan Inflasi  yang menjadi bagian dari krisis multidimensional yang sedang kita hadapi secara global,” ujar Bupati.

“Akan tetapi pencapaian ini janganlah membuat kita berpuas diri, karena masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan bersama-sama,” tukasnya.

Lanjut Bupati, berbagai langkah – langkah konkret harus disiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga:  KALEIDOSKOP PEMERINTAH PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2018

“Mari kita perkuat sinergi, lakukan gebrakan, ciptakan Inovasi dalam tanggung jawab dan tugas kita masing-masing, untuk bersama-sama mewujudkan Minahasa Selatan yang semakin Maju, Berkepribadian Dan Sejahtera, ” ujar Bupati dikutip dari sambutannya saat ini,” ajaknya. (Advertorial)

Pos terkait