Rugi Kalau Tidak Dilakukan! Ini 4 Keuntungan Jika Parpol Cepat Mempersiapkan Bakal Calon

Pakar Tata Kelola Pemilu Ferry Daud Liando

Manado – Partai politik (Parpol) secepatnya mempersiapkan bakal calon anggota DPR dan DPRD.

Saran tersebut diungkapkan Pakar Tata Kelola Pemilu, Ferry Daud Liando, mengacu pencalonan anggota DPR, DPRD provinsi, kabupaten dan kota, baru akan dilaksanakan 24 April hingga 25 November 2023.

Bacaan Lainnya

Menurut Liando, mempersiapkan calon jauh sebelum tahapan pencalonan setidaknya memberikan empat keuntungan.

Keuntungan pertama, kata Liando, menguntungkan Parpol itu sendiri. Pengalaman pada Pemilu 2019 lalu banyak calon yang diusung Parpol dibatalkan KPU.

Ternyata, hasil verifikasi calon dinyatakan TMS atau tidak memenuhi syarat akibat ketidak-jelasan dokumen atau syarat lain yang ditentukan undang-undang.

“Hal yang harus dihindari jangan sampai ada Parpol yang dibatalkan keikutsertaanya dalam suatu dapil akibat ketidak-cukupan syarat 30 persen perempuan karena calon dibatalkan,” jelas Ferry Liando kepada wartawan di Manado, Senin (21/11/2022).

Baca Juga:  'Mission Impossible' Pilkada Berkualitas di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Pendapat Pakar

Kedua, menguntungkan bakal calon itu sendiri. Jika Parpol telah menetapkan nominasi bakal calon jauh sebelum tahap pencalonan maka yang bersangkutan sudah bisa mensosialisasikan diri.

“Sebab pada Pemilu 2024 waktu kampanye telah dipangkas menjadi 75 hari. Pada Pemilu 2019 waktu kampanye 180 hari,” tukas Liando.

Ketiga, menguntungkan Bawaslu. Selama ini pekerjaan yang paling berat Bawaslu adalah mencegah terjadinya mahar dalam pencalonan, serta praktik jual beli suara atau ‘money politics’.

Dua penyakit akut itu disebabkan Parpol tidak mepersiapkan calon melalui proses kaderisasi dan kepemimpinan yang baik.

“Akibatnya sebagian besar calon melakukan praktik curang seperti membeli SK pencalonan Parpol dan menyogok pemilih untuk mendapatkan suara,” tukas akademisi Unsrat ini.

Keempat, menguntungkan rakyat sebagai pemilih. Selama ini banyak calon yang diusung Parpol teryata tidak memiliki kapasitas dan kemampuan ketika terpilih sebagai anggota DPR dan DPRD.

Sebagian besar jarang hadir. Kalaupun hadir hanya diam saja. Jika berbicara, sering tidak relevan dengan kepentingan rakyat.

“Jika Parpol sudah mulai mempersiapkan menyeleksi bakal calon sejak sekarang maka akan memiliki kesempatan untuk membekali bakal calon tentang penguatan kapasitas, teknik dan etika berkampanye, serta pembinaan kepemimpinan politik,” pungkas Ferry Liando.

Baca Juga:  Wah, Tahun Ini 2 Kabupaten di Sulut akan Dipimpin Kepala Daerah tanpa Proses Pemilihan Langsung

(JerryPalohoon)

 

Pos terkait