Manado – Menuju Indonesia emas pemuda Indonesia harus memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas yang mampu mengembangkan keterampilan abad 21, seperti kemampuan berpikir kritis, kerjasama, komunikasi dan solusi berbasis teknologi.
Demikian dijelaskan Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) II, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Manado, Natanael Pepah, ketika menjadi pembicara dalam dialog kebangsaan yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Manado di Kantor Perwakilan DPD, Minggu (20/8/2023).
“Ini akan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang,” jelas Natanael.
Selain itu, Natanael juga mengatakan, menuju Indonesia emas anak muda perlu didorong untuk menjadi pengusaha dan inovator.
“Mereka harus memiliki kreativitas untuk mengembangkan ide-ide baru dan kemampuan untuk menerapkannya dalam berbagai bidang, sehingga dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Kemudian, tambah Natan, anak muda juga harus memiliki kesadaran dan pemahaman yang mendalam tentang warisan budaya dan kearifan lokal.
“Hal ini tidak hanya memupuk rasa cinta terhadap identitas nasional, tetapi juga mendukung pelestarian budaya serta pemanfaatan potensi lokal dalam pembangunan,” tukas dia.
Point berikutnya, kata Natan, pemuda harus dilatih untuk menjadi pemimpin yang efektif dan memiliki kemampuan manajerial yang kuat.
“Mereka harus mampu memimpin dengan integritas, etika, dan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat,” tukas pengusaha muda asal Winangun ini.
Tambahnya juga, pemuda perlu membangun jaringan dan kolaborasi dengan generasi yang lebih tua untuk mendapatkan pandangan yang beragam dan pengalaman hidup.
“Ini dapat membantu memperkuat pemahaman mereka tentang perjalanan bangsa dan tantangan yang dihadapi,” pungkas Natan.
Selain Natanael, tampil dalam dialog kebangsaan ini Dosen Fakultas Hukum Unhair, Isyana Konoras, SH,MH, Ph.D, serta Ketua Umum ICMI Muda Sulut, Takbier Wata.
(***/Jrp)












