Example floating
Example floating
BeritaMitraTondano

Pledoi Terdakwa Mafia Tambang Ilegal Arny Kumolontang Cs Ditolak !!!

×

Pledoi Terdakwa Mafia Tambang Ilegal Arny Kumolontang Cs Ditolak !!!

Sebarkan artikel ini

TONDANO,MANADONEWS.CO.ID– Jaksa Penuntut Umum (JPU) bersikeras pada tuntutannya supaya majelis Hakim menjatuhi hukuman kepada Arny Christian Kumolontang, Donal Pakuku dan Sie You Ho, terdakwa kasus tambang ilegal yang berlokasi di PT.Bangkit Limpoga Jaya, Desa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara.

“Bahwa sepanjang terhadap hal hal yang tidak sependapat dengan kami, dengan tegas kami menolak seluruh isi nota pembelaan (Pledoi) dari terdakwa secara pribadi maupun melalui penasehat hukum terdakwa, maka kami Jaksa tetap menuntut para terdakwa untuk dijatuhi hukuman sesuai dengan surat tuntutan yang telah kami baca dan serahkan pada persidangan sebelumnya,” kata JPU sekaligus Kasipidum Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan tersebut Wiwin Tui saat pembacaan tanggapan (Replik), Senin (11/12/2023) di Pengadilan Negeri (PN) Tondano.

MANTOS MANTOS

Jaksa meyakini bahwa berdasarkan fakta fakta persidangan terdakwa Arny Kumolontang, Donal Pakuku dan Sie You Ho terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pertambangan Mineral dan Batu Bara di lokasi PT.Bangkit Limpoga Jaya.

“Baik dalam Dakwaan maupun dalam Requisitor (tuntutan Pidana) Penuntut Umum telah menguraikan secara cermat, lengkap dan jelas, dan juga berdasarkan fakta fakta di persidangan bahwa terdakwa Arny Christian Kumolontang, Donal Pakuku dan Sie You Ho terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pertambangan Mineral Dan Batubara sesuai dengan Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP ,” jelas Wiwin Tui.

Baca Juga:  JPU Hadirkan Saksi Fakta Direktur PT BLJ dari Tiongkok Pada Sidang Kasus Tambang Emas Ilegal di Ratatotok

Dalam pembacaan tanggapan itu, JPU juga meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada tiga terdakwa sesuai dengan tuntutan yang telah bacakan pada persidangan sebelumnya.

“Selanjutnya kami mohon supaya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tondano yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan sesuai dengan “Surat Tuntutan” yang telah kami baca dan serahkan pada persidangan sebelumnya yaitu pada hari Kamis, tanggal 23 November 2023,” ujarnya.

Sebelumnya, Kamis 23 November 2023 JPU menuntut tiga terdakwa mafia tambang emas ilegal Arny, Donal dan Sie You dengan amar tuntutan sebagai berikut:

Satu, menyatakan Arny Christian Kumolontang, Sie You Ho dan Donal Pakuku terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan pertambangan meneral dan batu bara sesuai dengan pasal 158 junto pasal 35 undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara.

Dua, menjatuhkan pidana, berupa penjara 2 tahun 6 bulan dan denda 1 milyar rupiah kepada Arny Christian Kumolontang dan Donal Pakuku, sementara Sie You Ho, JPU menuntut 2 tahun penjara dan denda 1 milyar rupiah.

Baca Juga:  Ini Kata Inspektur Tambang Kementrian ESDM Saat Jadi Saksi Ahli Sidang Tambang Ilegal di Ratatotok

Tiga, barang bukti yang memiliki nilai berupa matrial dan karbon emas dikembalikan kepada perusahaan PT. BLJ serta barang bukti lainnya seperti peralatan pertambangan dirampas oleh negara dan kemudian akan dimusnahkan.

Sidang yang dipimpin hakim ketua Erenst Jannes Ulaen selaku Ketua PN Tondano, didampingi hakim anggota Nur Dewi Sundari dan Dominggus Adrian Poturuhu di tunda dan akan di lanjutkan pada tanggal 28 Desember 2023 dengan agenda sidang putusan.

Diketahui kasus ini bermula pada tahun 2020 lalu dimana, terdakwa Arny Christian Kumolontang selaku Komisaris bekerja sama dengan dua terdakwa Donal Pakuku dan Sie You Ho untuk melakukan aktivitas pertambangan ilegal di wilayah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT. BLJ menggunakan alat berat secara membabi buta hingga merusak kawasan.

Ketiga terdakwa ini dijerat melanggar pasal 158 junto pasal 35 undang-undang nomor 3 tahun 2020 tentang perubahan atas undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan denda 100 milyar rupiah. (Regwilnnlhy)

Example 120x600