Airmadidi, Manadonews.co.id – Puluhan siswa di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) harus menjalani pemeriksaan dan perawatan intensif di sejumlah Rumah Sakit. Mereka diduga mengalami keracunan makanan yang berasal dari program makan bergizi gratis.
Menyikapi insiden ini, William Luntungan, seorang aktivis yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SMPN 2 Airmadidi, menyampaikan apresiasi sekaligus kritik konstruktif.
William Luntungan meminta agar kejadian ini dijadikan momen penting untuk introspeksi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap semua Satuan Penyelenggara Program Gizi (SPPG) yang ada.
“Saya berharap kejadian ini menjadi bahan instrospeksi dan evaluasi secara menyeluruh terhadap SPPG yang ada agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta pemenuhan gizi yang berkualitas untuk pelayanan yang maksimal terhadap pemenuhan gizi pada peserta didik,” kata William kepada wartawan di Manado, Kamis (27/11/2025).
Di sisi lain, aktivis yang dikenal peduli terhadap Minahasa Utara ini memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan pihak Rumah Sakit dalam penanganan korban.
“Sebagai aktivis sekaligus Ketua Komite SMPN 2 Airmadidi, saya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara di bawah komando Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung yang merespon dengan sangat cepat kejadian tersebut serta memberikan perhatian yang sangat serius terhadap para siswa yang menjadi korban dugaan keracunan makanan,” ungkap William.
Apresiasi yang sama juga ditujukan kepada pihak rumah sakit yang telah memberikan pelayanan cepat dan serius kepada para siswa yang dirawat.
William Luntungan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Ia juga mendoakan agar para siswa yang saat ini sedang dirawat dapat cepat pulih dan segera kembali melaksanakan aktivitas belajar di sekolah.
(VM)












