Berita TerbaruBerita UtamaOlahraga

Menakar Calon Penguasa Jagat Sepak Bola: Mengapa Brasil atau Argentina Bakal Rajai Piala Dunia 2026?

×

Menakar Calon Penguasa Jagat Sepak Bola: Mengapa Brasil atau Argentina Bakal Rajai Piala Dunia 2026?

Sebarkan artikel ini
Duel antara Neymar dan Lionel Messi di salah satu pertandingan Timnas Brasil bersua Argentina (NELSON ALMEIDA / AFP)

Oleh: Jerry Palohoon 

​Gelaran Piala Dunia 2026 edisi ke-23 siap mencetak sejarah baru. Untuk pertama kalinya, turnamen sepak bola paling bergengsi di planet bumi ini akan diikuti oleh 48 kontestan dan diselenggarakan secara kolaboratif di tiga negara tuan rumah: Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko.

MANTOS

Piala Dunia 2026 dimulai 12 Juni dan berakhir 20 Juli waktu Indonesia, diawali pertandingan tuan rumah Mexico melawan Afrika Selatan di Stadion Azteca.

​Di tengah euforia format baru ini, bursa prediksi mengenai siapa yang akan mengangkat trofi berlapis emas di akhir turnamen mulai memanas. Menariknya, jika menilik rekam jejak di atas kertas, kiblat juara mengarah kuat ke Amerika Latin. Brasil dan Argentina mencuat sebagai dua kandidat paling superior yang diprediksi salah satunya akan keluar sebagai jawara.

​Mengapa duo raksasa CONMEBOL ini begitu diunggulkan? Setidaknya ada dua faktor utama yang mendasarinya: Tradisi dan Sejarah.

​1. Faktor Tradisi: Kutukan Geografis Benua

​Peta juara Piala Dunia selama ini kerap tunduk pada “hukum alam” geografis. Jika Piala Dunia digelar di Benua Amerika (Utara maupun Selatan), maka hampir pasti juaranya adalah tim dari Amerika Latin. Sebaliknya, jika digelar di Benua Eropa, tim-tim Eropa-lah yang mendominasi podium juara.

​Sepanjang sejarah modern sepak bola, anomali atau patahnya tradisi ini hanya pernah terjadi dua kali:

​Tahun 1958 (Eropa dikuasai Latin): Brasil berhasil mencuri trofi di tanah Eropa setelah menumbangkan tuan rumah Swedia dengan skor telak 5-2 di partai final.

​Tahun 2014 (Amerika dikuasai Eropa): Jerman memecahkan rekor sebagai tim Eropa pertama yang menang di Benua Amerika setelah membungkam Argentina 1-0 di Brasil.

​Melihat probabilitas tersebut, status Amerika Utara sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026 secara matematis memberikan keuntungan psikologis dan lingkungan yang masif bagi tim-tim Amerika Latin, khususnya tiga negara yang punya tradisi juara: Brasil, Argentina, dan Uruguay.

2. Faktor Sejarah: Tuah Tanah Amerika Utara

​Selain tradisi benua, faktor sejarah masa lalu di tanah Meksiko dan Amerika Serikat menjadi sinyal kuat bagi Brasil dan Argentina.

​Sinyal Emas bagi Brasil

​Dari total 5 gelar bintang di jersi mereka, Brasil memiliki memori indah di dua dari tiga negara tuan rumah tahun ini:

​Meksiko 1970: Brasil merengkuh juara setelah melumat Italia 4-1 di final.

​Amerika Serikat 1994: Tim Samba kembali naik takhta di AS, lagi-lagi menumbangkan Italia lewat drama adu penalti yang ikonik dengan gagalnya tendangan Roberto Baggio.

​Misi Argentina Menyamai Rekor Sang Rival

​Argentina yang saat ini mengoleksi 3 gelar juara dunia, juga punya ikatan batin dengan salah satu tuan rumah. Pada Meksiko 1986, Diego Armando Maradona memimpin Albiceleste menjadi juara dunia usai menaklukkan Jerman Barat 3-2 di final.

​Catatan Sejarah: Jika Argentina berhasil keluar sebagai juara di Piala Dunia 2026, mereka tidak hanya mempertahankan gelar, tetapi juga menyamai sejarah emas Brasil yang mampu mengawinkan gelar juara di tanah Meksiko dan Amerika Serikat.

Jangan Abaikan Kejutan Kuda Hitam

​Kendati Brasil dan Argentina berada di baris terdepan, Piala Dunia tidak pernah kehabisan plot twist. Negara-negara Eropa dengan mental juara seperti Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris dipastikan datang dengan ambisi meruntuhkan tradisi lokal tersebut.

Begitu pula dengan tim tangguh Eropa yang lapar gelar seperti Belanda, Kroasia, Belgia, dan Portugal. Di luar poros Amerika dan Eropa, ancaman nyata juga mengintai. Maroko sang semifinalis mengejutkan di 2022, serta kedisiplinan tingkat tinggi ala Samurai Biru Jepang siap kembali mengguncang panggung dunia.

Terakhir, jangan lupakan Meksiko. Bermain di depan publik sendiri akan mengubah El Tri menjadi kekuatan mengerikan yang bisa menjegal mimpi negara-negara besar.

​Apakah tradisi dan sejarah akan kembali terulang bagi Brasil atau Argentina? Ataukah format baru 48 tim ini melahirkan dongeng juara yang benar-benar baru? Jawabannya akan tersaji di rumput hijau Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop