MANADO – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memaparkan progres capaian kinerja keuangan di hadapan Komisi III DPRD Sulut.
Hingga pertengahan tahun anggaran 2026, realisasi keuangan dinas tersebut telah menyentuh angka 43,28 persen.
Dalam rapat kerja yang digelar bersama mitra legislatif tersebut, pihak Dinas ESDM memaparkan bahwa total pagu anggaran yang dialokasikan untuk tahun 2026 adalah sebesar Rp14 miliar lebih.
Dari jumlah tersebut, realisasi yang berhasil terserap hingga Juni 2026 telah mencapai lebih dari Rp6 miliar.
Merujuk pada data struktur anggaran, serapan terbesar dialokasikan untuk pos belanja pegawai yang menyerap porsi hingga 46,66 persen.
Sementara untuk belanja barang dan jasa tercatat sebesar 22 persen, di mana sebagian di antaranya didistribusikan untuk mendukung operasional kantor dinas maupun cabang-cabang dinas di kabupaten/kota.
Mewakili Kepala Dinas ESDM Sulut Fransiscus Maindoka, Sekretaris Dinas dalam penjelasannya memaparkan bahwa guna mengoptimalkan pelayanan dan pengawasan energi di Bumi Nyiur Melambai, wilayah kerja Dinas ESDM Sulut saat ini dibagi ke dalam empat wilayah cabang dinas.
”Cabang Dinas I meliputi wilayah Minahasa Raya dan Kota Tomohon; Cabang Dinas II meliputi Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara; Cabang Dinas III membawahi wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR); serta Cabang Dinas IV yang melayani wilayah kepulauan,” jelas Sekretaris Dinas.
Meskipun progres serapan anggaran dinilai berjalan sesuai tahapan, Dinas ESDM Sulut juga menerima sejumlah catatan penting dari anggota Komisi III DPRD Sulut.
Evaluasi legislatif tersebut nantinya akan menjadi bahan masukan bagi pihak dinas untuk menyusun skema penguatan performa pelayanan, terutama pada unit-unit teknis pengawasan pertambangan di daerah. (Jrp)












