MANADO — Berbeda dengan suasana formal di ruang rapat, sejumlah Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memilih menghabiskan agenda beberapa hari terakhir ini dengan turun langsung ke tengah-tengah masyarakat (turun lapangan/turlap).
Aksi jemput bola ini dilakukan pasca-cuaca ekstrem yang sempat melanda beberapa wilayah di Sulawesi Utara.
Para legislator tampak berdialog langsung dengan warga, memantau kondisi infrastruktur publik yang rusak, serta mendengarkan keluhan terkait sektor pertanian dan perikanan yang terdampak cuaca buruk.
Di beberapa titik, anggota dewan juga mengawal langsung penyaluran bantuan darurat untuk warga.
Keluhan Utama Warga: Perbaikan drainase yang tersumbat, bantuan bibit pertanian yang rusak akibat genangan air, serta akses modal untuk nelayan tradisional.
Komitmen DPRD: Seluruh temuan dan keluhan dari lapangan ini dicatat secara detail untuk segera diperjuangkan dalam forum resmi paripurna dan dianggarkan pada APBD Perubahan.
”Mendengar langsung suara masyarakat di lapangan memberikan kita potret yang utuh tentang apa yang benar-benar mereka butuhkan saat ini. Tugas kami adalah memastikan pemerintah hadir dengan solusi cepat,” ungkap Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Silangen, di sela-sela kunjungannya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari warga yang merasa aspirasi mereka didengar dan dikawal langsung oleh wakil rakyatnya. (Jrp)












