Gorontalo, Manadonews.co.id – Berdasarkan pasal 30 ayat 2 dalam UUD 1945, Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menganut Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata), dimana rakyat menjadi komponen dasar dalam upaya untuk mempertahankan keamanan negara.Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan adanya hubungan dan komunikasi yang baik antara prajurit TNI dengan masyarakat, sehingga dapat mewujudkan sistem pertahanan yang kokoh dan kuat.
Atas dasar itulah Batalyon Infanteri 713/Satya Tama dibawah pimpinan langsung Komandan yonif 713/Satya Tama Mayor Inf Ambariyantomo, S.Hub. Int menunjukan kemampuan teritorialnya dengan menghibur masyarakat Hulontalo Kota Gorontalo melalui atraksi kirab kebangsaan dan atraksi Drumband yang bertajuk “Genderang Satya Tama Lokananta” yang dilaksanakan pada Minggu (14/8/2022) dengan mengambil rute mulai dari depan Kampus Universitas Negeri Gorontalo menuju ke gelanggang Taruna Remaja Gorontalo.
Atraksi Drumband yang dimiliki oleh para prajurit Yonif 713/Satya Tama merupakan jenis keterampilan yang pertama kali dan satu satunya yang ada di satuan sejajaran Kodam XIII/Merdeka.
Danyonif 713/Satya Tama Mayor Inf Ambariyantomo, S.Hub. Int kepada Manadonews.co.id mengatakan bahwa
bulan Agustus merupakan bulan yang sangat istimewa dan bersejarah bagi seluruh rakyat Indonesia dimana setiap tanggal 17 Agustus kita memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kegiatan kirab kebangsaan dan atraksi Drumband ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan dan memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-77 tahun 2022, selain itu juga ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat”,ungkap Mayor Inf Ambariyantomo, S.Hub. Int.
Dijelaskannya, pada atraksi Drumband yang berdurasi selama 5 jam 30 menit tersebut menampilkan kekompakan, formasi, kerapian dan kolaborasi serta diiringi atraksi yang menantang dari 70 prajurit Satya Tama yang memukau ribuan mata masyarakat Hulontalo. Bahkan sangat terlihat antusiasme yang tinggi dari masyarakat yang ada di kota Gorontalo tersebut dengan berbondong-bondong menyaksikan kirab dan atraksi tersebut.
” Akhirnya latihan keras kami selama 8 hari dari pagi, siang sampai malam yang cukup melelahkan, terbayarkan dengan senyuman bahagia masyarakat Gorontalo. Kami ada untuk kalian
One For All, All For One Satyatama Urraaa”, ujar Danyonif 713/Satya Tama.
(Regina.TS)












