Berita TerbaruBerita UtamaMitraPilihan Redaksi

Stres Penyakit Lambung Akut,Warga Mitra Tewas Gantung Diri

×

Stres Penyakit Lambung Akut,Warga Mitra Tewas Gantung Diri

Sebarkan artikel ini
Foto: korban gantung diri

MITRA, ManadoNews.co.id Warga Mundung satu, Jaga 2, Kecamatan Tombatu Timur, Minahasa Tenggara (Mitra), digemparkan dengan peristiwa gantung diri, Jumat (14/09/2018) dini hari.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Tombatu IPTU Wensy Saerang, yang langsung mendatangi Tempat kejadian perkara (Tkp), lewat keterangan saksi Maxi Rondonuwu (30), yang bukan lain adalah kaka dari korban yang gantung diri Demas Rondonuwu (50), bahwa Rabu 14 September 2018, sekira pukul 19.00 wita, saksi melihat korban sedang duduk membuat api di Tkp, dan saksi bertanya kenapa korban kenapa buat api?, jawab korban bahwa banyak nyamuk, dan selanjutnya pada pukul 21.00 wita, korban masuk ke dalam rumah di bagian dapur untuk tidur, dan saksi masih mendengar suara korban.

MANTOS

“Kemudian sekitar jam 23.00 wita saksi masuk ke dalam rumah untuk beristirahat dan sudah tidak mengetahui lagi aktifitas dari korban,” jelas Saerang.

Lanjut Saerng, pada jam 05.00 wita saksi terbangun dan tidak mendengar suara dari korban yang sering mengeluh akibat sakit, dan selanjutnya saksi mencari korban di dapur namun tidak ada, kemudian saksi mencari ke kamar mandi tidak di temukan dan kemudian saksi keluar rumah dan mencari di luar rumah.

“Begitu kagetnya Maxi ketika menemukan korban Demas yang adalah kakak kandungnya sudah menggantung diri pada balok kayu dapur rumah tetangga yang adalah saudara dari korban,” ungkap Wensy.

Pihak Polsek Tombatu yang datang ke Tkp lanjut Saerang, langsung mengamankan Tkp, mengamankan barang bukti serta mengambil keterangan saksi saksi. “Membuat visum, namun keluarga korban menolak untuk di lakukan otopsi. Kemudian membuat surat peryataan penolakan otopsi dan berita acara penolakan otopsi,” terang Saerang.

Setelah dilakukan pemeriksaan medis oleh pihak Puskesmas Molompar, Masih menurut Kapolsek Wensy Saerang, bahwa kematian korban di akibatkan murni gantung diri. “Dengan tanda tanda tali gantungan simpul hidup, mengeluarkan air liur dan sperma, tidak di temukan tanda2 kekerasan,” beber Saerang.

Sebelum meninggal korban pun menulis di secarik kertas tulisan tangan korban dengan kalimat, “De nyanda mara ade de tidak tahan dengam penyakit dalam lebe bae de mati di dodeso setelah abis jangan tanang di kintal esandom”. Korban memiliki catatan sakit, menderita tukak lambung menahun, belum menikah dan tinggal sejak bulan juni di rumah adiknya bernama Maxi Rondonuwu, di Desa Mundung Satu, Kecamatan Tombatu Timur, Minahasa Tenggara, hingga akhirnya korban mengakhiri hidupnya.

(gerimokobimbing)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop