MITRA, ManadoNews.co.id – Warga Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), digemparkan dengan penemuan mayat laki-laki, Rabu (28/11/2018), sekira pukul 10.00 wita.
Mayat yang diketahui identitasnya bernama Yus Pangkerego (49), yang sehari hari bekerja sebagai petani, warga kelurahan lowu dua, lingkungan IV, Kecamatan Ratahan, ditemukan di Perkebunan Malengke, Kelurahan Nataan, Kecamatan Ratahan, dengan posisi terlentang, menghadap keatas, dengan menggunakan celana pendek warna coklat tanpa menggunakan baju, bagian tangan dan kaki sudah kelihatan tulang, serta rangka tengkorak kepala sudah kelihatan.
Menurut Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ratahan Kompol Sammy Pandelaki, yang pertama kali menemukan mayat Yuss adalah kaka korban Agustina Pangkerego, bersama dengan ponakan korban Melda Poneke.
“Kuduanya menerangkan bahwa pada saat mereka tiba di perkebunan Malengke, mereka melihat sesosok mayat dan jasadnya tinggal tulang yang terbungkus kulit. Setelah diamati melalui celana yang digunakan korban bahwa mayat tersebut adalah lelaki Yus Pangkerego, melihat hal tersebut mereka langsung menyampaikan penemuan mayat tersebut kepada Markus Uway, selaku ketua Rukun,” jelas Pandelaki.
Sesuai Keterangan Kaka Korban, lanjut Pandelaki, Sekira 10 hari yang lalu, Senin 19 November 2018, korban keluar rumah dan korban seringkali mengeluh sakit perut. “Selain itu, korban mengalami Gangguan Jiwa setelah ditinggal isterinya sejak 26 tahun yg lalu,” kata Pandelaki.
Setelah dilalukan pemeriksaan oleh team medis Puskesmas Ratahan, dr. Laura Kondoy dan Emiliana Sempa S.Kep., bahwa, korban sudah meninggal sekitar 6-10 hari yang lalu. “Karena melihat kondisi mayat tinggal tulang belulang yang terbungkus kulit pada bagian bagian tertentu. Dan pada saat mayat di pindahkan ke dalam petih tulang-tulangnya sudah mulai terlepas dari persendian,” ungkap Pandelaki.
Pihak keluarga korban pun menolak untuk dilakukan autopsi. “Rencananya mayat akan dimakamkan hari ini (Rabu 28 November Kemarin, Red), dan akan diadakan ibadah singkat, tetapi akan menunggu Jantje Pangkerego saudara tertua korban yang tinggal di Tondano,” pungkas Kapolsek Sammy Pandelaki.
(gerimkobimbing)












