Gali Potensi Mahawu, Pemkot Belajar Tata Kelola Tahura di Bandung

  • Whatsapp
Wali Kota Tomohon dan Wakil Wali Kota mengunjungi Taman Hutan Raya Ir H. Juanda di Bandung Jawa Barat.
Wali Kota Tomohon dan Wakil Wali Kota mengunjungi Taman Hutan Raya Ir H. Juanda di Bandung Jawa Barat.

TOMOHON, MN – Berkomitmen untuk mengelola dan menggali potensi kawasan hutan Gunung Mahawu lebih baik lagi, Wali Kota Tomohon Jimmy F. Eman, SE.Ak, bersama Wakil Wali Kota Syerly Adelyn Sompotan, didampingi beberapa kepala Perangkat Daerah, pada Kamis (9/3), melaksanakan kunjungan kerja ke Taman Hutan Raya (TAHURA) Ir. H. Juanda Bandung, Jawa Barat, guna belajar lebih banyak terkait pengelolaan tahura.

Menurut Wali Kota, sesuai Program yang ada maka Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon berencana membangun tahura di kawasan hutan sekitar Gunung Mahawu.

Bacaan Lainnya

“Harapan ke depan, Kota Tomohon akan memiliki tahura sehingga disamping menjadi kawasan konservasi hutan, tahura juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kota Tomohon,” ungkap Eman.

Sementara itu, dalam kunjungan kerja ini Pemkot diterima Kepala Balai Pengelolaan tahura Ir. H. Juanda Bandung Ir. Lianda Lubis, Sekretaris Dinas Kehutanan Propinsi Jawa Barat Budi Juanda, beserta jajarannya. Pengelola TAHURA Ir. H. Juanda melalui Kepala Balai mengatakan bahwa kunjungan Pemkot Tomohon ke Bandung Jawa Barat untuk belajar pengelolaan tahura merupakan suatu kehormatan bagi mereka. Lubis kemudian memaparkan cara pengelolaan Tahura beserta kiat-kiatnya sehingga boleh sukses sampai saat ini.

Baca Juga:  Pawai Bocah Meriahkan Hardiknas Dilepas Wawali Tomohon

Setelahnya, dilanjutkan dengan kunjungan ke kawasan tahura dan dari kunjungan kerja ini, Pemkot Tomohon memperoleh wawasan yang cukup mengenai regulasi, pengelolaan, serta manfaat dari adanya tahura, terutama keberadaan tahura di Kota Bandung yang mampu memberikan multiplayer effect bagi perekonomian masyarakat sekitar. Selain itu sesuai data yang diperoleh, dalam setahun perputaran uang di kompleks tahura mencapai 14 milyar rupiah yang diukur juga dari pendapatan karcis masuk tahura senilai 7 Milyar rupiah pertahun.

Terkait hal itu, JFE-SAS berharap apa yang telah dicapai oleh Kota Bandung dalam pengelolaan tahura beserta multiplayer effectnya, mampu juga dan dapat dicapai Kota Tomohon ke depan ketika telah memiliki tahura. Lanjut, JFE-SAS meminta kepada perangkat daerah terkait untuk menindaklanjuti hasil kunjungan kerja tersebut sehingga kerinduan untuk memiliki tahura secepatnya terealisasi.

“Tujuan dari semuanya ini adalah untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan fasilitas-fasilitas umum,” ujar Sompotan.

Diketahui, konsep tahura di tomohon nantinya akan disesuaikan dengan potensi dan keunikan Kota Tomohon, sedangkan terkait program ini telah dianggarkan Pemkot Tomohon. Turut hadir dalam kunjungan tersebut asisten II Ronny Lumowa, Kadis Lingkungan Hidup O.D.S. Mandagi, Kadis Pariwisata Masna Pioh, Kadis Perkim Enos Pontororing, Kadis Pertanian Vonny Pontoh, staf ahli A.J. Tulus, Kabag Humas Christo Kalumata, SSTP.

Baca Juga:  Pemkot Tomohon Gelar Seleksi Terbuka Pimpinan Tinggi Pratama

Fransiscus

Pos terkait