Setnov Apresiasi Kinerja dan Langkah BNN Cegah Narkotika di Indonesia

  • Whatsapp

 

Jakarta, MN – Ketua DPR RI Drs. H. Setya Novanto Ak, MM mengatakan kita semua tentunya mengapresiasi BNN yang telah banyak melakukan upaya pencegahan Pada tahun 2016, BNN telah melakukan kegiatan pencegahan berupa advokasi, sosialisasi, dan kampanye STOP Narkoba sebanyak 12.566 kegiatan yang melibatkan 9.177.785 orang dari berbagai kalangan, baik kelompok masyarakat, pekerja, maupun pelajar.

“Pada tahun 2016, BNN telah merehabilitasi 16.185 penyalah guna narkotika, baik di balai rehabilitasi maupun di dalam lembaga pemasyarakatan, dan telah memberikan layanan pasca rehabilitasi kepada 9.817 mantan penyalah guna narkotika,” kata Setnov dalam rillisnya, Jumat (31/3).

Menurutnya penyalagunaan narkoba juga menyentuh lapisan atas, khususnya public figure yang selama ini menjadi trend setter dan panutan publik.

“Mereka terdiri dari para pesohor yang bergelut di bidang seni sebagai artis. Sebagai penyalahguna, tentu memberi dampak yang buruk bagi masyarakat, apalagi bagi para penggemar dan mereka yang fanatik,” kilahnya. Ironisnya peredaran narkoba di kalangan pelajar dan lingkup anak-anak sekolah dalam berbagai kemasan dan bentuknya. Tentu saja, semua realitas ini sungguh menyedihkan dan membutuhkan langkah-langkah dan respons yang cepat dan tepat, baik dari sisi penindakan maupun dari aksi-aksi pencegahan.
Yang pasti, lanjutnya kita tidak boleh dikalahkan oleh situasi dan kondisi yang menjerumuskan generasi masa depan.

Baca Juga:  Mansur : Selamat Buat Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Bolmong

“Alangkah berdosanya kita jika tidak sedikitpun memberi perhatian lebih pada keberlangsungan generasi. Kita pun akan bertanggung jawab saat darurat narkoba tidak sedikitpun membuka mata dan telinga kita untuk bertindak,” katanya.

Di awal pemerintahannya, Presiden Joko Widodo menyatakan kepada seluruh bangsa Indonesia, bahwa Indonesia berada dalam situasi darurat Narkoba dan menyerukan PERANG BESAR terhadap segala bentuk kejahatan narkotika. Data BNN pada Akhir Desember 2016 menunjukkan kenyataan yang sangat memprihatinkan. Paling tidak, realitas yang diungkap oleh BNN.

Dalam tahun 2016 saja, BNN telah mengungkap 807 Kasus dengan ribuan tersangka yang terjerat. Sementara itu, kurang lebih 15.243 orang saat ini sedang menjalani rehabilitasi. Pada tahun 2016 juga kita disuguhkan realitas yang juga menyedihkan: kurang lebih 15 ribu remaja Indonesia meninggal dunia dalam tiap tahun akibat penyalahgunaan narkoba.

Jumlah korban jiwa akibat narkoba pun begitu banyak diperkirakan 40-50 orang per hari meninggal karena narkoba. Dari data tahunan yang saya liat dan baca pada periode 2016 ini, BNN telah mengungkap 807 kasus narkotika dan mengamankan 1.238 tersangka, yang terdiri dari 1.217 WNI dan 21 WNA.

Baca Juga:  Hingga 21 April 2020, Pasien Positif COVID-19 Tetap 20 Orang

Sedangkan untuk kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika, BNN telah mengungkap 21 kasus dari 30 tersangka dan melakukan penyitaan aset yang nilainya mencapai Rp 261.863.413.345. Dana sebesar ini saya kira sangat bermanfaat jika digunakan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama di daerah-daerah terpencil di Indonesia.(djamzu)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *