Ditinggalkan Sofian, Oma Martha Lapor Polisi

  • Whatsapp

AMURANG, MANADONEWS – Pernikahan sensasional antara Oma Martha Potu dan Sofian Loho Dandel berada di ambang kehancuran. Itu setelah Oma Martha Pothu melaporkan Sofian suaminya ke pihak kepolisian.

Peristiwa ini baru saja terungkap sejak Sofian keluar dari rumah sekitar 3 Bulan lalu (Agustus) dengan alasan bekerja. Sejak saat itu, tambatan hatinya ini sudah tidak pernah kembali bahkan menafkahi saja sudah tidak pernah.

Sebagai Istri, Oma Martha tentunya merasa sangat cemas dan mencari tahu keberadaan suaminya bahkan dihubungi lewat telepon selularnya sudah tidak aktif lagi.

Menurut Oma Martha, dirinya bersama Sofian tidak ada masalah sama sekali bahkan saat meminta ijin untuk bekerja di Biaro secara baik-baik. Memang diketahui pekerjaan Sofian adalah buruh.

Seiring berjalannya waktu, Oma Martha mendapatkan kabar dari salah satu kerabat dekatnya bahwa Sofian sudah mempunyai Wanita Idaman Lain (WIL) di salah satu tempatnya bekerja. Bahkan kejadian penikaman yang dialami Sofian waktu bekerja di Kotamobagu dilatarbelakangi perempuan.

“Memang akhir-akhir ini sudah ada perubahan sikap. Sehingga saya mencurigai ada sesuatu yang disembunyikan. Tiap dihubungi handphone nya sudah tidak aktif,” beber Oma Martha.

Baca Juga:  Tatong : Februari, Menpan RB dan Menteri Pertanian Bakal Hadir di Kotamobagu

Oma Martha tak menduga kalau selama ini pujaan hatinya telah bermain serong dibelakangnya, Sedangkan niat untuk balik lagi sudah tidak ada.

Lewat kejadian ini Oma Martha merasa sangat terpukul dan melaporkan ke-Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Minahasa Selatan.

Kapolres Minahasa Selatan AKBP. Arya Perdana SH,SIK,MSI diruang kerjanya membenarkan, telah menerima pengaduan Oma Martha atas penelentaran dirinya.

” Benar, Oma Martha beberapa hari lalu mendatangi Unit PPA untuk melaporkan suaminya Sofian Loho Dandel karena telah menelantarkannya” kata Perdana.

Kapolres menambahkan, kasusnya sementara dalam proses penyelidikan sebab korban sendiri juga mengadukan suaminya atas pencurian barang-barang miliknya yang diduga di bawa kabur oleh Sofian.

“Kami masih mendalami keterangan korban, apakah barang yang dilarikan milik sendiri atau bersama-sama. Sedangkan kasus penelantaran menurut Kapolres, masuk dalam pasal 49 huruf A Undang-undang 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dengan ancaman 3 tahun penjara” terangnya.

(DArK)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *