Example floating
Example floating
AgamaBerita TerbaruBerita UtamaNusa UtaraPemerintahanTalaud

Cepat Tanggap, Gubernur Bantu Gereja Germita yang Terbakar di Beo Selatan

×

Cepat Tanggap, Gubernur Bantu Gereja Germita yang Terbakar di Beo Selatan

Sebarkan artikel ini
Kadis Sosial Sulut Grace Punuh menyerahkan bantuan termasuk tenda yang diterima Wakil Bupati Talaud Petrus Tuange/

MELONGUANE, MANADONEWS – Mendengar terjadinya bencana kebakaran yang menimpa Gedung Gereja Masehi Injili di Talaud (GERMITA) Lungkangunaung di Desa Matahit, Kecamatan Beo Selatan, Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (13/12/2017) siang, Gubernur Sulut Olly Dondokambey langsung menginstruksikan Kepala Dinas Sosial dr. Grace Punuh, M.Kes bersama tim untuk meninjau langsung lokasi kebakaran.

Di hadapan para masyarakat Talaud yang menantinya, Grace didampingi jajaran Pemkab Talaud termasuk Wakil Bupati Talaud Petrus Tuange menyatakan rasa prihatinnya atas peristiwa tersebut dan berharap agar mayarakat Talaud dapat sabar serta diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

MANTOS MANTOS

Pada kesempatan itu juga Grace memberikan bantuan termasuk tenda yang diterima langsung Wakil Bupati Tuange.

“Ini bentuk kepedulian dari OD-SK dalam merespon setiap keadaan yg terjadi pada masyarakat di daerah nyiur melambai tercinta,” ujar Grace saat melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran.

Baca Juga:  Bupati Kamaru Ajak Warga Bolsel Doakan Korban Tambang Bakan

Grace juga menerangkan bantuan yang diberikan Pemprov Sulut adalah untuk membantu masyarakat melewati masa awal pasca terjadinya bencana kebakaran itu.

“Kehadiran kami disini selain mengunjungi kami juga merasakan apa yang dialami masyarakat. Ini adalah bentuk perhatian Pemprov Sulut kepada warganya, yakinlah, kami akan selalu hadir disaat warga masyarakat membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Adapun jumlah kerugian akibat kebakaran itu menurut Pdt. Nurce Araginggang diperkirakan mencapai satu miliar rupiah.

Diketahui, kebakaran siang itu diketahui pertama kali oleh Veronika Lengsehang (38), warga desa setempat. Dituturkannya kepada petugas, ia melihat asap keluar dari kabel listrik yang tersambung ke gereja.

Saat itu juga, saksi melihat api mulai menyala di plafon gereja bagian depan. Ia lalu berlari menuju pastori yang berada di samping gereja untuk memberitahukan kejadian ini kepada pendeta gereja setempat.

Baca Juga:  Buka Rakor, Sekdakab Minahasa Ingatkan Kembali Soal Disiplin

Dalam waktu singkat, warga sekitar pun berdatangan dan berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun tiupan angin siang itu cukup kencang, menyebabkan api cepat membesar hingga menghanguskan plafon serta bangunan gereja.

Sesaat usai mendapat laporan dari warga, Kapolsek Beo AKP Atoneng Dalehade bersama beberapa personel bergegas mendatangi lokasi kebakaran. Tak lama kemudian, Tim Inafis Polres Talaud juga tiba untuk melakukan olah TKP.

Dikatakan Kapolsek Beo, kebakaran ini diduga akibat kabel listrik yang mengalami korsleting.

“Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran ini,” ujarnya. “Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” tutup Kapolsek.(hmsprov)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *