Asisten Dua Setdaprov Rudy Mokoginta Buka Rakor Pangan Bersama Lintas Sektoral Jelang Natal dan Tahun Baru

MANADO, MANADONEWS – Asisten Dua Setdaprov Sulut Muhammad Rudy Mokoginta, SE, MTP, mewakili Wakil Gubernur, Selasa (19/12), membuka Rapat Koordinasi (Rakor) pangan yang dihadiri oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan RI, pihak Perum Bulog Divre Sulut-Gorontalo, Satgas Pangan Provinsi, para Kepala Dinas Provinsi dan Kab/Kota serta stakeholder terkait.

Rakor dilaksanakan dalam rangka pengamanan stabilitas pasokan dan harga pangan pada HBKN Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 2018.

Dalam pemaparannya, Mokoginta yang juga Plt Kepala Dinas Pangan Sulut menguraikan tentang pentingnya memantau perkembangan ketersediaan, jalur distribusi serta harga pangan di pasaran, termasuk juga kendala di lapangan.

“Kita juga perlu memastikan pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan tidak melakukan penimbunan,” tukasnya.

Dikatakannya, dari data yang ada di Dinas Pangan Provinsi, stok bahan pangan di Sulut relatif stabil.

“Sebagai contoh beras surplus 32.850 ton, jagung surplus 133.205 ton; daging sapi surplus 343 ton; daging ayam ras surplus 1,392 ribu ton; telur ayam surplus 2.075 ton,” ujarnya.

Baca Juga:  Mengenal Jenis - Jenis Nyeri Kepala

Lanjut Mokoginta, beberapa komoditas pangan pokok dan strategis pada tahun 2017 juga mengalami penurunan harga dibanding tahun 2016, antara lain cabal merah keriting turun 40%, bawang merah turun 26%, terigu turun 12%, gula pasir turun 9%, telur ayam ras turun 8%, bahkan beras juga turun sekitar 2%.

“Ketersediaan ini menunjukkan tingkat stabilitas pasokan dan harga pangan di Sulawesi Utara selalu terjaga dengan balk sehingga harus dipertahankan melalui upaya-upaya pengawasan bersama Saigas Pangan Provinsi, khususnya menjelang hari raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 ini, yang mana secara umum permintaan terhadap minyak goreng, telur, dan cabal akan meningkat,” paparnya.

Khusus untuk cabe merah yang defisit 138 ton dan bawang merah 78 ton dari sisi produksi, kata Mokoginta, kebutuhan untuk masyarakat di Sulut tetap terpenuhi.

“Karena adanya pasokan dari wilayah lain seperti dari Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur,” tukasnya.

Ha senada dikatakan Sekretaris BKP Kementan RI Mulyadi Hendiawan, produksi pangan secara nasional pada tahun 2017 meningkat signifikan sehingga menjamin ketersediaan.

Baca Juga:  Pesta Miras, Pemuda dan Pemudi Diamankan Polsek Kauditan

Pihak BULOG sendiri mengungkapkan ketersediaan 8 komoditas pangan yang bisa memenuhi kebutuhan nasional.

Stok beras sebesar 1,1 juta ton beras dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 5 bulan ke depan. Sementara gula pasir 413,34 ribu ton; jagung 29,35 ribu ton; daging sapi 18 ton; daging kerbau 17,77 ribu ton; bawang merah 30 ton; bawang putih 293 ton; dan minyak goreng 1,18 juta liter.

Rakor berlangsung di ruang Tumbelaka Kantor Gubernur Sulut.