KKR di Nanasi, Pdt Mody Kisahkan Orang Mati di Bangkitkan Lagi

BOLMONG,MANADONEWS,-Kegiatan Kebangunan Rohani (KKR) malam kedua sukses digelar Jemaat GPdI Elshaddai Nanasi, Selasa (27/8/2019).

Dan yang menjadi pembicara firman Tuhan pada malam kedua ini adalah Pdt Mody Wenas MTh yang juga merupakan Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara.

Pembacaan firman Tuhan saat itu terambil dalam kitab perjanjian baru yakni Yohanes 10:40-42.

Pdt Mody menjelaskan terkait perumpamaan perumpamaan yang disampaikan Tuhan dengan menggunakan metode-metode yang berbeda-beda.

Selanjutnya Pdt Mody Menghubungkan Firman Tuhan tersebut kedalam kehidupan sehari-hari.

Tak hanya itu, Pdt Mody juga mengatakan bahwa mujisat Tuhan bukan hanya sejarah melainkan mujisat Tuhan masih ada hingga saat ini bahkan sampai selama lamanya.

Dia kemudian menceritakan ada seseorang yang meninggal disaat selesai beribadah, kemudian seseorang tersebut di doakan oleh tiga hamba Tuhan.

Saat itu banyak orang yang mengejek ketiga hamba Tuhan tersebut.

Kata orang orang itu, tidak mungkin ia hidup lagi, bahkan ada yang mengatakan mengapa dia meninggal usai melaksanakan ibadah.

Hamba-hamba Tuhan inipun terus diolok oleh orang orang yang sudah terkumpul saat itu, namun ketiga Pendeta ini terus berdoa dan tak putus harap.

Baca Juga:  DP3A Bolmong Hadir Dikegiatan Workshop Percepatan 'KLA'

Mereka terus menyembah Tuhan dan berdoa hingga kurang lebih dua jam lamanya dan akhirnya seseorang tersebut hidup kembali.

Pdt Mody juga menceritakan kisah nyata seseorang gembala yang awalnya sudah putus asah dan ingin berhenti jadi gembala karena malu anaknya tidak sembuh sembuh dari sakit.

Kaki anak tersebut cacat sejak lahir, dan selama sepuluh tahun lamanya gembala itu berdoa meminta mujisat Tuhan namun tidak juga sembuh dan suatu waktu ia kemudian bertemu dengan seseorang gembala senior yang memberikan motivasi kepadanya untuk tidak putus asa dan terus berdoa dengan mengucap syukur.

Karena selama sepuluh tahun ia berdoa meminta mujisat Tuhan lalu belum dijawab Tuhan akhirnya ia kemudian mengikuti saran hamba Tuhan tersebut untuk berdoa mengucap syukur kepada Tuhan.

Doanya pun yang awalnya meminta mujisat Tuhan, dia ganti dengan mengucap syukur.

Berselang beberapa waktu kemudian, disaat ia bangun dari tempat tidur, ia kemudian membuka selimut anaknya yang lagi tidur dan dia kaget karena ia melihat kaki anaknya yang cacat sudah disembuhkan oleh Tuhan.

Baca Juga:  Pemprov Sulut Gelar Latihan Evakuasi Mandiri Bencana Gempa

“Mujisat Tuhan itu nyata dulu, sekarang dan sampai selama-lamanya,” katanya.

Dalam acara ibadah tersebut hadir pula pimpinan majelis wilayah XCVII Poigar, Gembala-Gembala serta jemaat Tuhan. (David Olad).

Pilgub 9 Desember 2020


Siapakah Gubernur Pilihan Anda?
14 votes

This will close in 10 seconds