Hebat!!! Satgas Pamtas 713/ST Berhasil Temukan Patok Batas Peninggalan Hindia Belanda di Skouw

JAYAPURA,MANADONEWS.co.id – Satgas Pamtas Yonif 713/ST menemukan patok batas peninggalan Belanda dengan Australia yang berada di sektor Utara Perbatasan RI-PNG. Untuk menemukan ini setelah menempuh perjalanan yang cukup terjal dan menuruni tebing yang curam, saat melaksanakan patroli Patok perbatasan negara MM-1.

Adapun penemuan patok perbatasan negara RI-PNG ini melalui hasil patroli patok perbatasan yang dipimpin langsung oleh Dansatgas Yonif 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand bersama dengan para perwira Satgas.

Menurut Dansatgas 713/ST Mayor Inf Dony Gredinand bahwa misi pengenalan medan merupakan hal sangatlah penting, sehingga sebagai Satgas yang baru bertugas menggantikan Yonif PR 328.Saat patroli patok Perbatasan MM-1, selain anggota diajak juga sejumlah perwira Satgas.

Dony menjelaskan, patroli patok perbatasan merupakan salah satu tugas pokok yang mereka terima untuk memastikan apakah terdapat perubahan baik posisi maupun kondisinya.

“Hal ini penting, selayaknya rumah kita, jika tidak pernah dibersihkan maka akan rusak atau hilang,” tegasnya.

Dia menjelaskan selain patok Perbatasan MM-1 yang berada di Sektor Utara Perbatasan RI-PNG, Satgas Pamtas Yonif 713/ST bertanggungjawab untuk mengawasi lima patok lainnya. “Keseluruhannya ada enam, yaitu patok MM-1, MM-2, MM-2.1, MM-2.2, MM-2.3, dan MM-3A,” tukasnya.

Baca Juga:  Viva Ingatkan Satgas Pangan Untuk Berhati-hati, Ini Sebabnya

Dony menambahkan, Patok MM atau Monument Meridian adalah tugu veton bertuliskan nomor titik koordinat pada plat yang distempel sekitar 165 cm. Meski berjarak relatif dekat, karena perjalanan yang cukup terjal dan sulit, mereka baru tiba di lokasi setelah menempuh waktu sekitar 3 jam 45 menit.

“Saat menuju patok di pinggir laut, karena terjal dan curam, kami menuruni tebing dengan tali yang dilengkapi tali jiwa, selayaknya panjat tebing,” jelas Dony sambil menambahkan turun tebing dengan tali merupakan salah satu keterampilan prajurit. Meski tebing cukup curam, seluruh tim berhasil tiba di lokasi patok dengan aman.

Lebih jauh Dony mengatakan setelah tiba di lokasi sambil istirahat mereka melaksanakan pembersihan di sekitar Patok Perbatasan MM-1.

“Kami tiba sekitar pukul 11:45 WIT, sehingga sambil menunggu tiba waktu salat zuhur, melaksanakan pembersihan sekitar patok,” tuturnya.

Menurut Dony, keindahan alam di sekitar patok perbatasan yang berada di tepi laut itu mampu mengobati rasa letih dan lelah yang mereka rasakan.

Baca Juga:  GMIM "Bethesda" Taas Meriahkan Paskah 2019 Dengan Berbagai Lomba

“Saat perjalanan untuk kembali ke Kotis, sekitar 300 meter kami menemukan patok perbatasan peninggalan Belanda dan Australia yang berada di lereng tebing yang curam yang berhadapan dengan laut Pasifik,” kata Dony.

Dikarenakan patok itu tidak menjadi tanggungjawab dan tidak terdata dalam data Satgas, maka temuan tersebut segera di laporkan ke pimpinan mereka yaitu Kodam XVII/Cen dan Korem 172/PWY.

“Patok tersebut dibuat oleh negara Belanda dan Australia pada tahun 1930, yang digunakan sebagai batas wilayah pendudukan dua negara tersebut. Saat ditemukan, patok yang diukur dengan metode astronomis itu, meski ditemukan dalam kondisi baik, namun brastablet-nya telah hilang,” kata Dony.

Untuk itu, pihaknya memplot dan diperoleh menggunakan koordinat UTM 499919.866 – 9712092.920. Selanjutnya, sebagai kelengkapan data telah kami dokumentasikan juga foto maupun video sebagai bahan laporkan ke komando atas.(*/Regina.TS)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *