Berita UtamaTotabuan

Kadis Renti: Pelaku Pembunuhan Guru Harus Dihukum Berat, Ini Kata DPPPA Bolmong

×

Kadis Renti: Pelaku Pembunuhan Guru Harus Dihukum Berat, Ini Kata DPPPA Bolmong

Sebarkan artikel ini

BOLMONG,MANADONEWS,-Dunia pendidikan Sulawesi Utara berkabung. Wafatnya Alexander Pangkey yang merupakan seorang guru di SMK Ichthus Mapanget Barat Kota Manado, meninggalkan luka yang mendalam bagi warga Sulut.

Pasalnya, seorang guru agama ini tewas ditangan muridnya sendiri.

MANTOS

Kematian sang guru ini sungguh membuat heboh masyarakat sulut. Tak sedikit warga sulut yang mencerca serta mengecam pelaku pembunuhan guru agama tersebut.

Tak peduli dengan usia pelaku yang masih dibawah umur, warganet terus mencibir pelaku inisial F. tersebut.

Kasus tewasnya guru ditangan anak didiknya ini sempat viral di media sosial. Sebagian besar warga yang marah dengan ulah pelaku meminta kepada komisi perlindungan anak untuk tidak membela sang pelaku.

Bahkan akun facebook Alti Laluraga mengecam keras peristiwa tersebut dan meminta untuk dihapusnya aturan perlindungan untuk anak yang brutal.

Namun ada juga yang meminta agar perlindungan anak harus tetap dilakukan.

“Kasus kekerasan terhadap anak bukan sebuah alasan untuk tidak dilakukan perlindungan terhadap anak,” ungkap akun facebook Patricia  Pangemanan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan dan Anak (DPPPA) Bolmong, Farida Mooduto mengatakan, dirinya sangat mengecam aksi pembunuhan yang dilakukan siswa terhadap gurunya.

Farida menjelaskan, tidak selamanya seorang anak dibawah umur harus mendapatkan perlindungan. Dinas Perlindungan anak juga tidak bisa mentolerir apabila tindakan kejahatan yang dilakukan seorang anak itu sudah melewati batasan.

“Meski pelaku masih dibawah umur tetapi pelaku harus diadili dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Karena perbuatanya sudah diluar batas. Saya selaku pribadi maupun institusi perlindungan anak di Bolmong, mengecam aksi pembunuhan tersebut,” ungkap Farida.

Farida juga mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Menurutnya ini adalah suatu peristiwa yang tidak bisa dibiarkan, pelaku harus tetap diproses hukum agar ada efek jera buat siswa yang lain.

Prihatin atas peristiwa tragis yang terjadi di manado, Kadis Pendidikan Bolmong Renti Mokoginta juga angkat bicara.

Saat diwawancarai jurnalis manadonews, Rabu (23/10/2019) diruang kerjanya. Renti mengatakan pelaku pembunuhan seorang guru yang terjadi di kota Manado itu, perlu mendapat hukuman yang seberat-beratnya.

“Peristiwa yang terjadi di Manado itu karena siswanya yang kurang ajar. Pelaku tersebut layak mendapatkan hukuman yang setimpal, agar ada efek jera bagi siswa yang lain,” ungkapnya.

Menurut Renti teguran seorang guru itu adalah untuk mendidik, membina dan mengajarkan kebaikan untuk merubah setiap perilaku yang buruk siswa sehingga menjadi lebih baik.

“Semua guru saya rasa memiliki tujuan yang sama untuk mendidik anak didiknya agar dikemudian hari bisa menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan menjadi kebanggan orang tua. Teguran guru seharusnya disikapi siswa secara baik bukan malah melakukan perlawanan ini adalah suatu sikap dari seorang siswa yang sangat tidak terpuji,” kata Renti.

Hal senada pula disampaikan oleh seorang Guru Kelas VI SD N Gogaluman Maria P. Senduk S. Pd. Maria mengatakan dirinya turut prihatin atas peristiwa naas yang dialami seorang guru di Manado.

Menurutnya, pelaku pembunuhan guru, perlu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatanya.

“Hukumannya haruslah setimpal dengan perbuatannya. Negara kita adalah negara hukum untuk itu hukum haruslah berlaku, agar ada efek jera untuk siswa yang lain,” ungkap Senduk.

Selanjutnya, Senduk menuturkan setiap guru memiliki tujuan yang sama yaitu agar anak didiknya sukses dikemudian hari.

Sehingga wajar jika ada seorang guru yang menegur dan menasehati muridnya.

“Semua teguran, didikan dan arahan yang diberikan seorang guru adalah suatu pembelajaran dan pembinaan terhadap muridnya, agar dikemudian hari murid tersebut dapat menjadi seorang anak yang dapat berguna bagi bangsa dan negara, serta dapat membanggakan orang tua. Namun teekadang ada beberapa siswa yang salah memahami nasehat guru. Tetapi sebenarnya nasehat dan teguran seorang guru adalah untuk kebaikan siswa itu sendiri,” jelas Senduk. (David Olad)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop