Taufik Tumbelaka: Pemda jangan Terlalu Berharap kepada Pemerintah Pusat

Aktivitas belanja warga Manado di salah-satu supermarket


Manado – Pemerintah pusat telah melakukan antisipasi dampak sosial ekonomi akibat penyebaran wabah virus corona Covid 19 melalui berbagai kebijakan program.

Pengamat politik dan pemerintahan dari Tumbelaka Academic Centre (TAC), Taufik Manuel Tumbelaka, minta kepada pemerintah segera merealisasikan program tersebut.

“Kebijakan sudah diputuskan bapak Presiden Jokowi, sekarang tinggal realisasikan saja,” jelas Taufik Tumbelaka kepada wartawan Manadonews.co.id, Sabtu (28/3/2020).

Taufik Tumbelaka menambahkan, masyarakat dengan status ekonomi menengah ke bawah paling terdampak pada krisis sosial akibat serangan virus corona.

“Jangankan membayar angsuran, untuk makan saja susah. Imbas tinggal di rumah maka pemakaian listrik bertambah, berharap pihak PLN juga memberikan keringanan,” tandas Tumbelaka.

Mantan aktivis UGM ini, juga minta kepada pemerintah mengeluarkan kebijakan peduli sosial, masyarakat berpendapatan di atas rata-rata dapat membantu langsung masyarakat berpendapatan rendah dan orang miskin.

“Sebagai contoh, ada seorang pengusaha kecil punya 20 karyawan. Setiap Kamis dia mewajibkan setiap karyawan membawa satu bungkus nasi kotak untuk orang miskin yang tinggal di sekitar perusahaannya. Bayangkan, jika aksi ini dilakukan oleh ASN dan kelompok profesi mapan lainnya dan dijadikan aksi nasional,” kata Tumbelaka.

Baca Juga:  Paskibraka Tomohon 2017 Dikukuhkan

Putra Gubernur Sulut pertama, FJ Tumbelaka ini, ingatkan pemerintah daerah (Pemda) kreatif dan memberikan kontribusi mengatasi krisis sosial kemasyarakatan melalui berbagai program bantuan sosial (Bansos).

“Tidak berharap sepenuhnya kepada pemerintah pusat. Geser anggaran perjalanan dinas, dana reses anggota DPRD dan lainnya. Jika Pilkada ditunda maka anggaran Pilkada dapat dimanfaatkan mengatasi krisis. Intinya, Pemda jangan terlalu berharap kepada pemerintah pusat,” tandas Tumbelaka.

Diketahui, hingga hari ini sebanyak 102 orang di Indonesia meninggal dunia akibat diserang virus corona Covid 19 dan ribuan lainnya masih terinfeksi.

Pemerintah melalui Presiden Jokowi telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk rakyat di antaranya meniadakan Ujian Nasional (UN).

Kebijakan lainnya, penambahan nominal bagi penerima kartu sembako selama 6 bulan setiap bulan Rp50 Ribu, menunda pembayaran angsuran selama 1 tahun bagi pelaku UMKM dan bantuan kepada masyarakat penghasilan rendah yang sedang mengkredit rumah.

(YerryPalohoon)