Cegah Covid-19, Ditpolairud Polda Sulut Tingkatkan Kerjasama dengan Angkasa Pura I

MANADO,Manadonews.co.id-.Direktorat Polairud Polda Sulut berupaya meningkatkan kerja sama pencegahan penyebaran covid-19 bersama stakeholders terkait khususnya dari unsur Dirgantara.

Direktur Polairud Polda Sulut Kombes Pol Edward Indharmawan E.C, SIK, M.H yang diwakili oleh Kasubdit Patroli AKBP Alfianto Djojohikrat S,Pi menyambangi Bandar Udara Samratulangi Manado, bersama Kapolsek Bandara Samrat Iptu Eko Feryyanto, S.H dan crew KP Paramestu XV-216, Kamis (30/4/2020).

“Kunjungan kali ini, kita melakukan koordinasi dengan PT. Angkasa Pura I terkait pemantauan arus mudik maupun akses layanan di Bandara Sam Ratulangi Manado, dalam rangka encegahan covid-19,” ujar Kasubdit.

Personil Polairud diterima oleh Aiport Operation dan Service Senior Manager Angkasa Pura I Yusman, Aiport Service Hospitality Manager Angkasa Pura I I Made Sutantra dan Aiport Operation Landside Manager Angkasa Pura I Aliudin.

“Kita menindaklanjuti Pergub Nomor 8 Tahun 2020 tanggal 14 April 2020, tentang optimalisasi pencegahan penyebaran Corona Virus Disease (Covid 19) di wilayah Provinsi Suawesi Utara, dimana pelaku perjalanan yang masuk atau keluar melalui udara, darat dan laut di wilayah Provinsi Sulut berkordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, hotel dan rumah singgah selama 14 hari,” jelas Kasubdit.

Baca Juga:  Langgar Perintah Undang-Undang Penjarakan Puluhan Warga di Tengah Wabah Corona, Jems Tuuk Desak Kapolri Copot Kapolres Sangihe

Selain itu juga katanya, Polairud menindaklanjuti Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama musim mudik Idulfitri 1441 H dalam rangka pencegahan pnyebaran covid-19.

Saat ini, PT. Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Sam Ratulangi Manado, menghentikan sementara waktu layanan penerbangan komersial penumpang mulai tanggal 25 April hingga 31 Mei 2020.

Meski demikian, Bandara Sam Ratulangi Manado masih tetap melayani penerbangan-penerbangan khusus yang dikecualikan sebagaimana tersebut dalam Permenhub tersebut, diantaranya penerbangan untuk Pimpinan Lembaga Tinggi Negara dan tamu kenegaraan, serta operasional Kedutaan Besar, Konsulat Jenderal, dan Konsulat asing, maupun perwakilan organisasi internasional di Indonesia.

Selain itu, operasional penerbangan khusus repatriasi (repatriasi flight) yang melakukan pemulangan warga negara Indonesia maupun warga negara asing, operasional angkutan cargo dan operasional lainnya berdasarkan izin Direktur Jenderal Perhubungan Udara.

“Pertemuan ini akan terus ditindaklanjuti kembali dengan pertemuan-pertemuan lanjutan guna membahas sinergitas dan koordinasi,” pungkas Kasubdit.
(Ben)

Tags: