Dinilai Tidak Profesional, Hasil Hearing DPRD Mitra Rekomendasi Evaluasi PD Pasar

MITRA, ManadoNews.co.idKetua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Marty Ole, menyayangkan kinerja pihak Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar.

Hal ini diungkapkan Marty Ole, saat rapat dengar pendapat Komisi II DPRD Mitra, bersama pihak Perusahaan Daerah (PD) Pasar dengan instansi teknis terkait yaitu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Dinas Koperasi dan UKM, Rabu (10/6/2020).

Diktakan politisi PDIP ini, kinerja PD Pasar sangat tidak profesional sehingga mengakibatkan penutupan sementara waktu operasional gerai Indomaret dan Alfamart di Plaza Ratahan.

“Ada kesalahan PD Pasar dan dinas terkait. Juga tidak sesuai dengan kesepakatan diantaranya menjual produk lokal, menyerap tenaga kerja lokal 70 persen, beroperasi 1×24 jam. Selain itu Kalau memang belum ada izin lantas kenapa ritel ini dibuka?,” sembur Marty.

Dari semua argumentasi bahkan penjelasan pihak PD Pasar soal alasan ditutupnya operasional dua ritel tersebut, Marty menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap PD Pasar.

“Mereka (PD Pasar, red) sangat tidak profesional. Izin retail ternyata belum ada tapi sudah beroperasi. Untuk itu, DPRD berdasarkan hasil rapat dengar pendapat mengeluarkan rekomendasi agar dilakukan evaluasi terkait kinerja dari PD Pasar,” tegas Marty.

Baca Juga:  Jaksa Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Angkatan 1990 Reuni di Tomohon

Sementara itu dijelaskan Kepala Dinas PMPTSP Hans Mokat, penutupan ritel dilkukan sehubungan dengan belum dilengkapinya sejumlah dokumen perizinan.

“Selain itu karena operasional tidak 1×24 jam. Namun demikian saat ini semua dokumen sudah dilengkapi sehingga Indomaret dan Alfamart sudah kembali beroperasi,” jelas Mokat.

Kepala Diskop dan UKM Gothlieb Mamahit menambahkan, kewenangan pengelolaan Plaza Ratahan sudah diberikan kepada PD Pasar. “Maka berkaitan dengan ijin operasional termasuk sewa menyewa sudah menjadi urusan dari PD Pasar,” terang Mamahit.

Sedangkan pihak Direksi PD Pasar mengaku kecolongan telah mengijinkan operasional dua ritel modern di Plaza Ratahan. “Untuk itu, kami mohon maaf, karena memang tidak lagi mengecek secara detil soal dokumen perijinan. Makanya saat ditutup, kami langsung mendorong Indomaret dan Alfamart untuk segera melengkapinya,” tukas Tolu.

Sementara itu ditambahkan Direktur Pasar PD Pasar Mitra Meksi Sahensolar, total nilai sewah tempat di Plaza Ratahan untuk dua ritel mencapai angka miliaran rupiah. “Indomaret Rp700-an juta dan Alfamart Rp600-an juta dengn jangka waktu lima tahun dengan sistem pembayaran dua termin,” pungkasnya.

Baca Juga:  GM PLN UIW Suluttenggo Klarifikasi Isu Kapal LMVPP "Meledak"

(gerimokobimbing)