Syarat Surat Jalan Masuk Manado Berpotensi Besar jadi Sumber Penyebaran Covid-19, Begini

Manado – Berbagai kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 patut diapresiasi.

Namun beberapa kebijakan pemerintah menyangkut arus gerak masyarakat dianggap tidak perlu mendapat kritik pedas.

Salah-satunya, kewajiban menunjukkan Surat Keterangan Perjalanan yang diberlakukan pemerintah kota (Pemkot) bagi warga akan masuk Manado dianggap tidak tepat.

“Apa kaitan surat perjalanan atau surat sehat dengan pencegahan Covid-19? tukas pemerhati masyarakat Ricky Sanger kepada wartawan Manadonews.co.id, Kamis (11/6/2020).

Surat jalan dalam jumlah banyak yang dibawa masyarakat dipegang satu per satu oleh petugas di pos jaga batas kota, lanjut Ricky Sanger, justru berpotensi besar jadi sumber penyebaran Covid-19.

“Karena dari pembuatan hingga menunjukkan surat jalan kepada petugas pos jaga memungkinkan masyarakat telah mengalami kontak fisik dengan banyak orang,” jelas Ricky.

Ricky menerangkan alur pembuatan surat keterangan perjalanan dan surat sehat yang mewajibkan setiap orang berinteraksi langsung dengan orang lain justru bertentangan dengan protokol pencegahan Covid-19.

Pengurusan surat jalan berarti warga wajib mendatangi kantor desa atau kantor lurah, begitu pula pengurusan surat sehat harus mendatangi puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

Baca Juga:  Lampu Jalan Pusat Kota Lolak Akan Ditambah

“Artinya, kita akan bertemu aparat desa dan petugas kesehatan yang kita tidak tahu apakah mereka steril dari Corona. Surat keterangan itu dipegang oleh petugas. Coba hitung berapa banyak surat keterangan yang dipegang oleh petugas pos jaga dalam sehari?” tegas dia.

Meski demikian, Ricky setuju syarat lain yang diberlakukan yakni warga yang masuk Kota Manado wajib gunakan masker, dites suhu tubuh dan jumlah orang dalam mobil tidak melebihi 50 persen.

“Itu syarat normatif wajib dilakukan setiap orang kapanpun dan di manapun harus physical distancing,” tutur Ricky.

Diketahui, Pemkot Manado melalui Walikota Vicky Lumentut, mulai Rabu, 10 Juni 2020 kemarin, mewajibkan setiap warga yang masuk Manado menggunakan masker, suhu tubuh yang diukur tidak melewati 38 derajat celsius, kapasitas tempat duduk yang digunakan dari kendaraan mobil maksimal 50 persen, dan wajib membawa dan menunjukkan Surat Keterangan Perjalanan dari instansi tempat bekerja atau dari pemerintah setempat dalam hal ini dari Kelurahan atau dari Kantor Desa.

Baca Juga:  Dikerjakan PT. DAYANA CIPTA MANADO: Bangun Jalan tapi Rusak Jalan Lain

(YerryPalohoon)