Ibadah Minggu GMIM Yarden Dendal: Filosofi ‘Hidup Cari Lawan’ menurut Pendeta Rio Tumbelaka

Manado – Kondisi pandemi Covid-19 banyak ruang terjadi perseteruan. Ajakan menghindari perseteruan penting merefleksikan surat dari Rasul Paulus.

Demikian khotbah Pdt. Rio Tumbelaka, M.Th, saat memimpin ibadah Minggu (21/6/2020) pagi, di jemaat GMIM Yarden Dendengan Dalam yang disiarkan langsung melalui live streaming dari bangsal gereja.

Mengambil pembacaan Alkitab, Filipi 4: 2-8, dengan judul, Nasihat-nasihat terakhir, menceritakan konflik internal antara Euodia dan Sintikhe yang menurut Rasul Paulus adalah 2 perempuan yang baik hati.

“Nasihat menghindari konflik secara internal.
Euodia dan Sintikhe adalah dua perempuan yang baik hati namun mengalami perselisihan,” ujar Pendeta Rio Tumbelaka.

Rasul Paulus percaya bahwa pada dasarnya orang-orang Filipi baik. Jemaat dengan sukacita selalu memberi, termasuk setia memberi jaminan kepada Paulus ketika dalam penjara.

Melalui Sunsugos, Paulus menasihati mereka untuk berdamai. Paulus mengingatkan orang Filipi banyak mengalami kesusahan dan tekanan dari penguasa Romawi.

“Banyak pergumulan yang dihadapi jemaat. Jika terjadi konflik internal membuka ruang jemaat diobrak-abrik oleh para pembesar dan nabi-nabi palsu,” terang Pendeta Tumbelaka pada ibadah yang mengambil tema ‘Hindari Perseteruan dan Jadilah Berkat’.

Baca Juga:  Pemkab Minahasa Gerak Cepat Atasi Eceng Gondok Danau Tondano

Rasul Paulus mengatakan bersukacitalah, hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Pertahankan sifat dan karakter hidup yang baik.

Terinspirasi dari para sipir di penjara yang memiliki karakter disiplin dan taat pada perintah, akan memperkuat jemaat dalam kondisi dan keadaan apapun.

Jemaat harus memiliki cara pandang yang sehati dan sepikir.

“Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu,” jelas Pendeta Tumbelaka mengutip pembacaan Firman Tuhan.

Perikop pembacaan Alkitab ini, menurut Pendeta Rio Tumbelaka, merupakan refleksi keadaan pandemi Covid-19, mengingatkan jemaat hindari saling tuding-menuding.

Miskomunikasi terjadi di mana-mana, karena salah dengar informasi banyak keluarga pasien melakukan tindakan yang merugikan.

“Hidup cari lawan jadikan kawan maka hidup jadi menawan,” tutur Ketua Wilayah Manado Timur Dua ini berfilosofi.

Jangan terbuai pada kata-kata orang penyesat. Banyak orang menggunakan kata-kata indah tapi tidak memuliakan Tuhan, hanya mementingkan perut mereka sendiri.

Baca Juga:  Orang Ini jadi Baik dan Melayani Tuhan secara Luar Biasa, Begini Ceritanya

Perseteruan akan mengakhiri persekutuan iman kristiani. Menguji kualitas iman, Tuhan izinkan umatNya hidup dalam penderitaan.

“Kebaikan akan menuntun umat Tuhan menuju jalan selamat,” pungkas Pendeta Tumbelaka.

Ibadah dirangkaikan dengan sakramen baptisan kudus Darren Asher Sukarame, anak dari Keluarga Sukarame-Pontoh.

(YerryPalohoon)