Vaksinasi Lansia yang Diberitakan terjadi Kerumunan, Kejadian Sebenarnya seperti Ini

Manado – Terkait pemberitaan media yang mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal mengabaikan protokol kesehatan, Direktur SDM, Pendidikan, dan Umum RSUP Prof Kandou Manado, Dr. dr Ivonne Elizabeth Rotty, M.Kes, Jumat (5/3/2021), memberikan klarifikasi terkait pemberitaan tersebut.

Dr. Ivonne menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi untuk lanjut usia (Lansia) dilakukan berdasarkan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Pelaksanaan vaksinasi sudah diatur berdasarkan protokol kesehatan Covid-19 dengan wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Pihak panitia selalu berkoordinasi bersama pihak keamanan yang langsung menjaga proses vaksinasi yakni Polri, TNI,” jelas dr. Ivonne kepada wartawan Manadonews.co.id di Manado, Jumat (5/3/2021).

dr. Ivonne menambahkan, apabila sempat terjadi penumpukan dan duduk berdekatan itu karena cuaca hujan.

“Jika, tadi sempat ada yang duduk dan berdiri berdekatan itu karena hujan sehingga yang duduk di bagian luar tenda akhirnya harus duduk agak lebih dekat dari jarak tempat duduk yang telah diatur. Kemudian saat registrasi ada yang berdiri berdekatan itu karena banyak Lansia yang diantar dan harus dituntun oleh anggota keluarga sehingga memang kelihatan seperti dekat-dekatan saat berdiri,” kata dr. Ivonne Rotty.

Baca Juga:  Ini Penjelasan RSUP Kandou Soal Penumpukan Pasien di Ruang Isolasi IGD

Meski demikian ia berterima kasih jika ada masukan dan kritik yang diberikan kepada pihak panitia vaksinasi.

“Ini menjadi evaluasi buat kami, namun sejak awal hingga H-1 kami melakukan rapat koordinasi untuk mematangkan penyelenggarakan vaksinasi mulai dari Kementerian Dirjen P2P, Dinas Kesehatan, RSUP Prof Kandou, Polri serta TNI, bahwa protokol kesehatan itu sudah wajib diterapkan dan kami selalu mengingatkan kepada peserta vaksin,” tukas dia.

Lebih lanjut, dr. Ivonne menjelaskan banyak masyarakat khususnya yang datang menunjukkan bahwa mereka tidak takut untuk divaksin.

“Ini menunjukkan bahwa mereka tidak percaya hoax di luar. Bapak Menteri Kesehatan yang memantau langsung merasa senang melihat oma opa yang antusias untuk datang vaksin, yang tentu ini demi kebaikan dan kesehatan,” imbuhnya.

Ditambahkannya, bahwa sesuai data hampir 8000 lansia yang masuk daftar penerima vaksin.

“Tapi jumlah yang menerima vaksin hingga sore baru 2000, masih ada yang belum menerima vaksin. Nanti kami akan lakukan koordinasi bersama Dinas Kesehatan,” pungkas dr. Ivonne.

Baca Juga:  Memperjelas Regulasi, RSUP Kandou Gelar Seminar Online PBJ Dimasa Covid-19

(Benyamin)