Patut Diketahui Diungkapkan dr. Rizal Tumewah, Penyakit Ini Serang 80 Persen Orang Tua

Manado – Instalasi Promosi Kesehatan (Promkes) dan Pemasaran Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. RD Kandou Manado, menggelar Penyuluhan Edukasi Kesehatan tentang Penyakit Parkinson, Jumat (28/5/2021).

Edukasi kesehatan ini digelar di ruang tunggu pasien poliklinik bedah menghadirkan narasumber dr. Rizal Tumewah, Sp.S(K), selaku Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia Cabang Manado.  

Usai menggelar edukasi kesehatan, dr. Rizal kepada media menjelaskan penyakit parkinson merupakan penyakit berupa suatu synucleinopothy.

“Terjadinya penumpukan abnormal protein alpha-synuclein di intracytoplasmie proteinaceous inclusions dalam bentuk lewy bodies dan subtantia nigra pars compacta (NSc) sehingga produksi domapin terganggu,” jelas dr. Rizal.

Lanjut Ketua Divisi Penyakit Gangguan Gerak Bagian Neurologi RSUP Kandou ini, bahwa semua manusia akan mengalami masa tua dan delapan puluh persen itu akan mengalami penyakit parkinson.

”Penyakit parkinson tidak dapat disembuhkan tetapi pengobatan itu hanya mengurangi atau menghambat progresifitas. Progresifitas itu maksudnya perlangsungan dari pada penyakit,” kata dia.

Ditambahkan, sebaiknya setiap orang mengenal penyakit ini termasuk gejala sehingga secepatnya diketahui dan bisa berobat karena penyakit tidak akan sembuh tentunya.

Baca Juga:  RSUP Kandou Manado Gelar Ibadah Perayaan Natal

“Tetapi bagaimana bisa hidup bersama dengan penyakit parkinson ini hidup di masa tua dengan mendapatkan kualitas hidup yang lebih bahagia dan lebih ceria,” tandas dr. Rizal.

Sementara Kepala Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran, dr. Sekplin Sekeon, SpS, MPH, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada narasumber dan seluruh pasien, serta keluarga yang mendampingi pasien telah berkenan mengikuti edukasi kesehatan.
 
“Kami menyampaikan terima kasih atas waktu dan kesempatannya. Kiranya boleh menambah pengetahuan dan informasi bagi bapak dan ibu yang berkenan mengikuti edukasi kesehatan,” pungkas dr. Sekplin. (Ben)