Wenny Lumentut Beber Makna Patriotisme dan Pembumian Pancasila

TOMOHON, MANADONEWS.CO.ID – Wakil Wali Kota Tomohon Wenny Lumentut, SE menghadiri kegiatan sosialisasi peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai – nilai luhur budaya bangsa dengan tema Pembumian Pancasila, bertempat di Terung Kabasaran, Rabu (2/6).

Tampil sebagai narasumber Anggota DPD/MPR RI Ir. Stevanus B.A.N Liow, MAP, Ketua DPRD Kota Tomohon Djemmy J. Sundah, SE, Widyaiswara Badan Pendidikan & Pelatihan SDM Sulut Joachim Elias, SPd, MAP, Akademis Unima DR. Julien Biringan, MSi, dan

Kaban Kesbangpol Kota Tomohon Ronni Lumowa, S.Sos, MSi. Peserta berasal dari Pimpinan Partai Politik Kota Tomohon, Pimpinan Ormas dan OKP se-Kota Tomohon, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon saya menyambut baik disertai rasa bangga atas pelaksanaan kegiatan ini, sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk mempertebal patriotisme atau cinta terhadap tanah air,” kata Lumentut membawakan sambutan.

Dikatakannya, ungkapan patriotisme atau cinta tanah air telah mengalami pergeseran makna sejalan dengan derasnya arus informasi dan desakan demokrasi.

Baca Juga:  Bupati Yasti Serahkan Tongkat Kebesaran Ke Walikota Tatong Bara Untuk Kotamobagu

“Dalam pengertian tersebut, bahwa patriotisme bukan lagi berperang dengan mengangkat senjata seperti pada masa perjuangan merebut kemerdekaan secara fisik,” tukasnya.

Patriotisme diartikan sebagai cinta tanah air, negara, dan bangsa dengan mengaktualisasikan, menjauhkan tindakan yang dapat merugikan persatuan dan solidaritas sesama anak bangsa.

“Pembumian Pancasila merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk mengembalikan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dasar hidup masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Pembumian Pancasila diperlukan karena semakin melemahnya penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila akibat dari ketidakmampuan dalam mengatasi tantangan, dan untuk menyadarkan kembali tentang keberadaan nilai-nilai Pancasila yang sesungguhnya mungkin telah dilupakan. Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu program penguatan rasa kebangsaan bagi anak-anak negeri sebagai simbol perjuangan bangsa, sebagai pemicu jiwa militansi untuk menghalau segala upaya yang akan merusak rasa persatuan, kebersamaan di tengah-tengah keberagaman, dan tetap memupuk jiwa nasionalis untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945,” urainya.

Pancasila sebagai dasar negara berarti Pancasila menjadi dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara dan seluruh warga negara Indonesia. Pancasila sebagai ideologi negara dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika/moral, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan dalam rangka pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa yang berlandaskan dasar negara.

Baca Juga:  CSWL di Tomohon dapat Dukungan Melimpah: Wenny Lumentut Disambut Antusias Warga Kumelembuai

Pancasila sebagai ideologi bangsa bergantung pada tiga dimensi, yakni dimensi realita, dimensi fleksibilitas, dan dimensi idealisme. Pancasila merupakan suatu ideologi terbuka, yang artinya ideologi yang dapat beradaptasi dengan ideologi lain.

“Pancasila merupakan jiwa, kepribadian, dasar negara, sumber hukum, perjanjian luhur, pandangan hidup, dan cita-cita bangsa yang harus selalu dijunjung demi persatuan NKRI,” tutupnya.

Yunita Rotikan