Ferry Liando: Wawasan Kebangsaan Cegah Liberalisasi Politik

  • Whatsapp

Manado – Wawasan kebangsaan yang merupakan salah-satu cara untuk mengatasi fenomena liberalisasi politik harus dipacu kembali.

Menurut akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Dr. Ferry Daud Liando, saat ini masyarakat sangat sulit diatur dan dikontrol negara karena selalu berlindung pada Undang-Undang Hak Asasi Manusia (HAM).

Bacaan Lainnya

“Pemerintah kerap kesulitan mengatur warganya sendiri karena dukungan masyarakat atas kebijakan pemerintah mulai sirna,” jelas Ferry Liando ketika menjadi narasumber pada seminar Sosialisasi Peningkatan Wawasan Kebangsaan yang dilaksanakan Kesbangpol Manado di Hotel Grand Puri, Selasa, 15 Juni 2021.

Dicontohkan Liando, kebijakan pemerintah membatasi aktivitas masyarakat akibat penyebaran Covid-19 tidak didukung semua masyarakat.

“Masih banyak yang bebas beraktivitas, berkerumun tanpa menjaga jarak, serta tidak menggunakan masker,” terang Liando.

Di zaman orde baru, tidak ada kebijakan yang tidak ditaati masyarakat.

Baca Juga:  Bupati ROR Paparkan Sejumlah Program Prioritas saat Resmikan Hasil - Hasil Pembangunan Desa se- Kawangkoan Utara

Negara-negara yang berhasil mencegah penyebaran Covid-19 justru negara dengan sistem pemerintahan otoriter.

“Tapi, di negara-negara yang penyebaran Covid-19 tidak bisa dicegah disebabkan pemerintah tidak mampu mengendalikan masyarakatnya,” tukas Liando.

Banyak warga melanggar karena berlindung pada kebebasan sipil.

“Polisi dan TNI juga tidak bisa berbuat banyak, sebab jika melakukan aturan ketat dan disiplin mereka kerap diancam dengan pelanggaran HAM,” kata Liando.

Di satu sisi liberalisasi politik juga ditandai dengan kebebasan oleh siapa saja untuk menjadi pemimpin walapun kualifikasi pemimpin belum sesuai standar.

Masyarakat selalu berdalih bahwa setiap warga negara berhak untuk dipilih dan memilih.

“Wawasan kebangsaan bisa mencegah liberalisasi politik,” jelas Liando.

Sehingga, wawasan kebangsaan perlu digalakkan kembali mengingat budi pekerti dan karakter bangsa mulai ditinggalkan oleh banyak pihak.

Di mana-mana terjadi korupsi dan jual beli jabatan. Bahkan, ada pejabat ikut pesta narkoba.

“Perilaku anak-anak muda juga telah banyak menyimpang dari karakter bangsa. Pengaruh globalisasi dan teknologi menjadi salah satu pemicu,” pungkas Ferry Liando.

Baca Juga:  Ada Faktor Ekonomi dan Kepentingan Identitas, Ferry Liando Paparkan Potensi Masalah Jika Penyelenggara tidak Netral

Kegiatan sosialisasi juga menghadirkan pembicara Mayor TNI. Jance Walangitan dari Kodim dan Kaban Kesbangpol Manado, Meiske Conny Lantu, SE.

Peserta seminar adalah tokoh-tokoh masyarakat, Camat, pimpinan LPM dan guru.

(JerryPalohoon)

Pos terkait