Berita TerbaruBerita UtamaManadoPemerintahan

Jelang Idul Adha 2026, Pemprov Sulut Perkuat Stabilisasi Harga Pangan dan Pasokan Bawang Merah

×

Jelang Idul Adha 2026, Pemprov Sulut Perkuat Stabilisasi Harga Pangan dan Pasokan Bawang Merah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Yulius Selvanus

MANADO — Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) bergerak cepat memperkuat langkah antisipatif demi menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Berdasarkan hasil pemantauan langsung di Pasar Bersehati, Kota Manado, per Selasa (26/5/2026), kondisi pangan di Bumi Nyiur Melambai secara umum dipastikan berada dalam kondisi aman dan terkendali.

MANTOS

Sejumlah komoditas strategis seperti cabai rawit (rica), tomat, beras, minyak goreng, gula pasir, daging sapi, daging ayam, hingga telur ayam masih tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang relatif stabil.

Atensi Khusus untuk Pasokan Bawang Merah

Meski kondisi mayoritas bahan pokok stabil, Pemprov Sulut memberikan perhatian khusus terhadap komoditas bawang merah yang sempat mengalami penurunan pasokan dalam beberapa hari terakhir. Guna mencegah lonjakan harga, pemerintah langsung mengambil langkah taktis.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Provinsi Sulut, Jemmy Ringkuangan, menegaskan bahwa penanganan cepat sedang dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses pangan dengan harga terjangkau.

“Sesuai arahan Gubernur Sulut, Bapak Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, SE dan Wagub Bapak DR J Victor Mailangkay SH MH, yang langsung ditindaklanjuti oleh Sekprov Bapak Tahlis Gallang, kami terus membangun koordinasi aktif dengan pemerintah kabupaten/kota agar pelaksanaan operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah (GPM) dapat dilakukan secara serentak dan tepat sasaran,” ujar Jemmy Ringkuangan.

5 Langkah Taktis Pemprov Sulut

Untuk mengantisipasi dinamika pasar menjelang hari raya, Pemprov Sulut tengah menjalankan lima strategi utama:

Masifkan Gerakan Pangan Murah
(GPM): Menggelar GPM di titik-titik strategis dan padat penduduk, terutama di wilayah Manado, Bitung, Tomohon, dan Minahasa.

Kelancaran Distribusi Bawang Merah: Berkoordinasi intensif dengan distributor dan daerah sentra produksi luar daerah—seperti Brebes, Sumenep, dan Makassar—untuk mempercepat pasokan bawang merah.

Optimalisasi TPID: Menggerakkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk melakukan pengawasan harga harian.

Pengawasan Ketat Pasar: Menggandeng aparat penegak hukum untuk memantau rantai pasok guna mencegah praktik penimbunan atau permainan harga oleh oknum spekulan.

Sinergi Lintas Sektor: Menjaga kelancaran jalur logistik di pelabuhan dan jalur darat bersama Bulog, distributor, dan instansi keamanan.

Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying

Mengingat ketersediaan stok pangan secara umum masih sangat mencukupi, Pemprov Sulut meminta masyarakat untuk bijak dalam berbelanja.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying). Pemerintah provinsi menjamin bahwa stok pangan pokok kita aman untuk memenuhi kebutuhan menjelang Idul Adha,” tambah Jemmy.

Melalui komitmen dan sinergi ini, Pemprov Sulut optimistis dapat menjaga daya beli masyarakat, menekan laju inflasi daerah, serta memastikan seluruh warga Sulawesi Utara dapat menyambut Hari Raya Idul Adha 2026 dengan aman, nyaman, dan penuh sukacita. (**Jrp)

 

 

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop