Hadirkan Narasumber dari BKPM RI, Ini Harapan Wali Kota Tomohon

  • Whatsapp

TOMOHON, MANADONEWS.CO.ID – Wali Kota Tomohon Caroll Joram Azarias Senduk SH memberikan apresiasi kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI atas kesediaannya menjadi narasumber pada pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara penyampaian laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online  Perizinan Berusaha, yang digelar di Villa Emittta Hotel, Selasa (15/6).

“Hal ini menjadi wujud kepedulian dan dukungan BKPM RI terhadap pembangunan di Kota Tomohon, khususnya dalam bidang penanaman modal,” kata Senduk dalam sambutan yang dibawakan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ir Enos Pontororing M.Si.

Dikatakannya pelaksanaan Bimtek ini memiliki makna yang sangat penting dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional, karena melalui kegiatan ini akan disampaikan berbagai hal terkait dengan kebijakan-kebijakan penanaman modal dalam negeri, yang akan menjadi pedoman dan acuan bagi dunia usaha yang akan menanamkan modal, maupun bagi pemerintah pusat dan pemerintah daerah selaku fasilitator.

“Semoga bimbingan teknis ini dapat memacu dan memotivasi bapak/ibu selaku pelaku usaha dan investor untuk menanamkan modalnya di Kota Tomohon,” ujarnya.

Baca Juga:  Walikota Tomohon Jalan Sehat Bersama Jemaat Anugerah Paslaten

Di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global dan nasional dan imbasnya juga melanda Kota Tomohon akibat dampak pandemi Covid-19 yang belum berakhir, maka inovasi berupa pemberian insentif dan kemudahan merupakan hal yang harus dilakukan.

Paket ekonomi yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak didukung oleh pemerintah daerah.

“Pemerintah Kota Tomohon sendiri telah berupaya semaksimal mungkin dengan menyederhanakan melengkapi juga dengan berbagai regulasi yang telah diterbitkan untuk mendukung pelaksanaan penanaman modal, antara lain yaitu : 1. Peraturan Walikota Tomohon nomor 42 tahun 2017 tentang rencana umum penanaman modal (rupm) kota tomohon tahun 2017 – 2025 ; 2. Peraturan Daerah Kota Tomohon nomor 8 tahun 2018 tentang pemberian insentif dan kemudahan penanaman modal ; 3. Peraturan Walikota Tomohon nomor 59 tahun 2019 tentang standar operasional prosedur pelaksanaan pemberian insentif dan/atau pemberian kemudahan kepada masyarakat dan investor,” paparnya.

“Saya sampaikan beberapa potensi, peluang dan pengembangan investasi yang saat ini akan didorong di kota tomohon, yaitu : – potensi dan peluang investasi sektor pertanian, holtikultura dan florikultura ; – sektor dan peluang investasi sektor pariwisata ; – pengembangan kampung wisata ; – pengembangan kawasan agro wisata ; – pengembangan kawasan agro politan ; – pengembangan potensi sumber daya air ; – pengembangan potensi sumber mata air . Disamping itu dari beberapa arahan pengembangan penanaman modal di kota tomohon ini, tentunya diharapkan akan membuat pelaku usaha dan investor semakin bergairah untuk menanamkan modalnya di Kota Tomohon. Di sisi lain, kita semua juga diharapkan agar investasi yang masuk tetap harus dikendalikan agar investasi tersebut betul-betul bisa mendatangkan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Menkopolhukam: Bela Negara Terpatri dalam Ragam Profesi

Oleh karena itu penyampaian LKPM online, kata Senduk, salah satu bentuk pengendalian investasi. Selain itu, pengendalian terhadap arus investasi juga diperlukan agar investasi yang dilakukan senantiasa selaras dengan kebijakan penanaman modal dan pembangunan ekonomi nasional, sehingga terjadi sinkronisasi yang harmonis antara pembangunan daerah dan pembangunan nasional.

“Saya menyadari Pemerintah Kota Tomohon harus tetap bekerja keras untuk mewujudkan Kota Tomohon yang maju, berdaya saing dan sejahtera,” tukasnya.

Hadir Narasumber Schawrz Liuw SH selaku Tenaga Pendamping OSS dan LKPM BKPM RI, Kepala DPMPTSP Kota Tomohon Ir Ervinz Liuw MSi, serta para peserta bimtek dari unsur pelaku usaha di Kota Tomohon.

Yunita Rotikan

Pos terkait