Gubernur Olly dan Putra Sulung Rio Dondokambey Panen Jagung Bersama Petani

  • Whatsapp

Manado, MANADONEWS –
Cuaca pagi di Perkebunan Kolongan, Minahasa Utara, Senin (2/8) tampak cerah. Hal ini dimanfaatkan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey untuk bertani sebelum bertugas.

Orang nomor satu di Sulut itu tampak ditemani putra sulung Rio Dondokambey. Baik Olly maupun Rio melakukan panen jagung.

Meski berada di kebun, keduanya bersama para pekerja petani tetap menerapkan protokol kesehatan. Menggunakan masker, Olly tampil dengan kaos merah dan celana hitam disertai topi “koboi”. Sementara Rio, mengenakan kaos hitam dan celana biru.

Olly, politisi nasional yang juga Bendahara Umum PDI Perjuangan terlihat sudah biasa dalam urusan panen-memanen jagung. Maklum, meski merupakan seorang kepala daerah dan pimpinan partai terbesar Indonesia, dirinya kerap memilki aktivitas bertani jika dalam masa tidak bertugas atau libur.

Begitu juga dengan sang putranya Rio. Sosok ketua KNPI dan KADIN Sulut ini tak sekedar berpangku tangan. Caranya memuntir tidak kaku. Dia memetik dan menghilangkan kulitnya dengan teknik yang tepat.

Keduanya pun berpesan, untuk terus mengembangkan komoditas jangung. “Kita boleh saja mengembangkan komoditas lain tapi jangan lupakan jagung,” pesan Olly Dondokambey.

Baca Juga:  Uskup Manado Doakan Olly-Steven

Sebelumnya juga, Gubernur Olly bersama Wakil Gubernur Steven Kandouw menggelorakan program ‘Mari Jo Bakobong’ kepada masyarakat Sulut.

Program ini berbuah manis dengan diterimanya penghargaan dari Kementerian Pertanian, akhir tahun 2020.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan penghargaan Anugerah Pratama Perkebunan Indonesia ke Gubernur Olly bersama 5 gubernur lainnya.

Penghargaan diberikan kepada kepada insan-insan perkebunan berprestasi.

Menteri Pertanian mengatakan, berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa hasil statistik menunjukkan sektor pertanian mengalami pertumbuhan pada kuartal II sebesar 19,24 persen dan kuartal III sebesar 2,19 persen.

Subsektor perkebunan menjadi kontributor tertinggi atas pertumbuhan sektor pertanian.

Pertumbuhan sektor pertanian karena adanya kemitraan serta sinergi yang kuat dari segenap stakeholder pertanian. Satu di antarnya dukungan dari setiap pemerintah daerah.

Atas kondisi tersebut, Mentan memberikan penghargaan bagi kepala daerah atas komitmennya memajukan sektor pertanian.

Di sisi lain, sektor pertanian Sulut di bawah kepemimpan Olly-Steven tetap survive, meski saat ini dilanda pandemi Covid-19.

Dinas Pertanian Sulut mencatat, nilai ekspor komoditas pada triwulan pertama 2021 mencapai Rp1,3 triliun.

Baca Juga:  Pontoh Harap Pagelaran OPK Tumbuhkan Motivasi Mengembangkan Nilai Budaya

Pencapaiannya meningkat 170 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yang hanya Rp500 miliar

Indikasi keberhasilan sektor pertanian seperti jumlah sertifikat Karantina triwulan I 2021 naik sebesar 79 persen periode yang sama 2020 hanya 7.163 sertifikat.

“Kenaikan ini mengindikasikan peningkatan perdagangan produk pertanian di Sulut baik domestik maupun ekspor,” ujar Kadis Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulut, Ir Novly Wowiling.

Tahun 2021 Semester I triwulan 1 dapat digambarkan sektor Pertanian di masa Pandemi Covid-19 tetap memberikan kontribusi yang positif. Antara lain Produksi Padi, Produksi Jagung (Pipilan Kering), Produksi Kedelai (Pipilan Kering), Produksi Komoditi Hortikultura Cabe Besar, Tomat, dan Bawang Merah.

Dilihat dari struktur PDRB dan pertumbuhan ekonomi menurut lapangan usaha yaitu struktur PDRB di Sulawesi Utara sektor Pertanian menempati urutan pertama dengan nilai pertumbuhan 21,7.

(Youngky)

Pos terkait