Detik Detik Ledakan Bom IED di Sutan Raja Hotel Kabupaten Minahasa Utara Warnai Simulasi Yonzipur 19/YKN

Airmadidi, Manadonews.co.id – Peristiwa menegangkan sempat terjadi saat kegiatan pertemuan VVIP setingkat kepala negara, dimana telah terjadi penemuan sebuah paket mencurigakan yang diletakan dibawah meja yaitu berupa tas berwarna hitam berukuran 50 cm x 70 cm, Sabtu (19/11/2022) di Sutan Raja Hotel, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Atas penemuan tersebut manajemen hotel memberikan laporan kepada Batalyon Zipur 19/Yudha Karya Nyata (YKN), mendapat laporan tersebut Komandan Batalyon (Danyon) Zipur 19/YKN Letkol Czi Hanif Tupen melaporkan kepada Panglima Kodam (Pangdam) XIII/Merdeka Mayjen TNI Denny Tuejeh selaku Panglima Komando Operasi (Pangkoops) VVIP ketika mendapat laporan bahwa ada paket atau benda mencurigakan yang diduga dilakukan oleh sekelompok teroris yang ingin menyabotase kegiatan pertemuan tersebut langsung mengambil langkah cepat dengan memerintahkan Danyonzipur 19/YKN kemudian meneruskannya kepada Komandan Kompi Bantuan (Dankiban) serta tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) Yonzipur 19/YKN.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Kasdam Luthfie Beta Hadiri Pembukaan Kejurda Auto Moto Drag Race 2022

Menindaklanjuti perintah tersebut tim Jihandak yang dipimpin langsung oleh Komandan Tim (Dantim) Jihandak Letda Czi Julian Nurrafi membagi dan memberikan tugas kepada anggotanya yang berjumlah 34 personel dan langsung bergegas menuju lokasi serta melakukan evakuasi. Saat itu tim operator Jihandak yakni Serda Rian Gani dan Pratu Handoko melaksanakan investigasi dan pendeteksian tas tersebut yang ternyata adalah bom Improvised Explosive Device (IED) yaitu berupa paket bom waktu.

Berkat kerja keras dan kesigapan tim Jihandak Yonzipur 19/YKN bom tersebut berhasil dijinakan dengan menggunakan peralatan yang dimiliki akhirnya bom dapat di disposal atau diledakan dengan aman. Penanganan tersebut berhasil dilaksanakan dengan hati hati dan sangat teliti sesuai dengan prinsip dan motto tim Jihandak yaitu Touching Triger Tragedy yang artinya satu kali melaksanakan kesalahan dalam penanganan bahan peledak itu tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

Situasi itu terjadi dalam simulasi yang dilakukan oleh Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 19/Yudha Karya Nyata (YKN), dalam rangka mengantisipasi terjadinya aksi teror yang kemungkinan terjadi di wilayah pertahanan Kodam XIII/Merdeka yang meliputi provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah.

Baca Juga:  HUT ke-2, Batalyon Zipur Yudha Karya Nyata Gelar Syukuran

Dalam wawancaranya, Asisten Operasi (Asops) Kasdam XIII/Merdeka Kolonel Inf Sutrisno Pujiono mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan, memelihara dan mengingatkan kemampuan prajurit dalam Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak).

“Ini latihan yang berkala dan sudah terjadwal dengan baik di satuan mereka,” kata mantan Danbrigif 21 Komodo.

Ditambahkan Asops, kegiatan ini diharapkan para personel dapat melaksanakan tugasnya dengan baik apabila nanti ada perkembangan situasi.

Sementara itu Danyonzipur 19/YKN Letkol Czi Hanif Tupen kepada awak media menyampaikan latihan simulasi ini merupakan salah satu program TNI Angkatan Darat (TNI AD) dalam upaya untuk melatih keterampilan, mengasah dan meningkatkan kemampuan para prajurit baik perorangan maupun kelompok di bidang Penjinakan Bahan Peledak (Jihandak).

“Latihan yang dilaksanakan ini adalah sesuai dengan landasan hukum ataupun regulasi yang ada. Dalam Undang Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004 dijelaskan bahwa tugas pokok TNI ada dua yaitu Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dan yang kami laksanakan ini adalah OMSP, dimana didalamnya telah tertuang 14 tugas dan salah satunya adalah mengatasi aksi terorisme,” ujar Pamen kelahiran Ile Ape Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur tersebut.

Baca Juga:  Bupati VAP Serahkan 7 SK Pensiun

(Reginannlhy)

 

Pos terkait