Sosbang dan Sosper Herry Rotinsulu di Minahasa Utara

Airmadidi, Manadonews.co.id – Anggota DPRD Sulut, Herry Rotinsulu, turun lapangan melaksanakan Sosialisasi Wawasan Kebangsaan (Sosbang) di Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Dua titik dikunjungi Herry Rotinsulu, yakni Desa Sawangan, Kecamatan Airmadidi, Rabu (7/12/2022) dan Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Jumat (9/12/2022), menghadirkan nara sumber Dr. Trioldi Rotinsulu, SE, MSi.

Bacaan Lainnya

Selain Sosbang, ada dua kegiatan lain yang dilakukan Herry Rotinsulu yakni reses dan Sosialisasi Perda (Sosper).

“Namun kegiatan saat ini kita mengikuti sosialisasi tentang wawasan kebangsaan. Nantinya sudah ada pemateri yang akan membawakannya,” tutur Herry Rotinsulu yang akrab disapa Hero.

Rotinsulu menyampaikan sangat perlu untuk mengetahui tentang pentingnya wawasan kebangsaan seperti Pancasila, baginya tidak hanya sekedar dihafal namun harus dapat dimengerti dan diimplementasikan.

“Serta bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Rotinsulu.

Adapun materi yang disampaikan Dr. Trioldi Rotinsulu, SE, MSi, menjelaskan ketika berbicara mengenai wawasan kebangsaan maka terdapat empat pilar di dalamnya.

Baca Juga:  Hendak Lari, Pelaku Penggelapan Mobil Dihadiahi Timah Panas

“Ada empat pilar kebangsaan yakni pertama Pancasila, kedua UUD 1945, ketiga
Pancasila, keempat NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) dan Bhineka Tunggal Ika,” ungkap Trioldi Rotinsulu.

Dia menambahkan, Pancasila harus diamalkan dan diterapkan. Seperti Sila Kelima tentang Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Semua orang Indonesia perlu mendapatkan perlakuan yang sama dan adil.

“Atau juga kadang-kadang terjadi torang pe hak diambil orang lain, itu tidak boleh,” katanya.

Segala sesuatu yang telah disusun sebagai landasan berkebangsaan adalah mimpi dari pendiri negara ini. Maka, orang Indonesia perlu untuk memahaminya. Bukan hanya orang Indonesia tapi saling menghargai antara satu dengan yang lainnya juga berlaku dengan orang-orang dari negara lain.

“Makanya cara pandang wawasan kebangsaan kita jangan terlalu sempit. Kita juga harus bergaul dengan siapa saja. Saling menghargai perbedaan perlu karena kita Indonesia dilahirkan memang sudah majemuk. Baik suku, agama, ras, golongan dan lain sebagainya,” terang Trioldi Rotinsulu.

(***/JerryPalohoon)

 

Pos terkait