Berita TerbaruBerita UtamaManadoNasional

Buku Terasing di Minahasa: Catatan Para Penentang Kolonial Kini Tersedia di Google Play Books

×

Buku Terasing di Minahasa: Catatan Para Penentang Kolonial Kini Tersedia di Google Play Books

Sebarkan artikel ini

Manado, MNBuku sejarah Terasing di Minahasa: Catatan Para Penentang Kolonial karya Alfa Leo kini resmi tersedia dalam format digital di Google Play Books.

Kehadiran buku ini menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap sejarah pengasingan tokoh-tokoh Nusantara di tanah Minahasa pada masa kolonial Belanda.

MANTOS

Buku tersebut mengangkat kisah para tokoh perlawanan dari berbagai daerah di Indonesia yang pernah dibuang ke Minahasa karena dianggap mengganggu stabilitas pemerintahan kolonial.

Melalui pendekatan naratif dan dokumentatif, pembaca diajak menelusuri jejak kehidupan para tokoh yang hidup jauh dari tanah asal mereka.

Tidak hanya menampilkan kisah tokoh-tokoh besar seperti Pangeran Diponegoro dan Kyai Mojo, buku ini juga memuat 15 nama lain yang selama ini jarang mendapat perhatian dalam penulisan sejarah nasional.

Mereka berasal dari berbagai wilayah seperti Jawa, Kalimantan, Sumatra, Maluku, hingga kawasan timur Nusantara.

Penulis menyebut buku ini lahir dari keinginan menghadirkan sudut pandang berbeda tentang sejarah Minahasa.

Menurutnya, Minahasa bukan sekadar wilayah kolonial, tetapi juga ruang pertemuan budaya dan tempat lahirnya hubungan sosial baru antara masyarakat lokal dengan para tokoh buangan politik.

“Minahasa sejak dahulu sudah memperlihatkan nilai keterbukaan dan penerimaan terhadap pendatang, bahkan sebelum istilah toleransi dikenal luas di Nusantara,” tulis penulis dalam pengantar bukunya.

Penulis juga menyebut masih banyak informasi baru mengenai para eksil yang dapat ditemukan dalam buku tersebut. Menurutnya, versi digital yang saat ini tersedia baru merupakan gambaran umum dari keseluruhan riset yang sedang dikembangkan.

“Banyak informasi baru tentang para eksil yang bisa didapatkan dalam buku ini. Untuk edisi revisi nanti akan dibuat versi cetak dan sedang disiapkan penambahan foto-foto, hasil interview, slagbom, serta penelusuran terhadap beberapa keturunan tokoh yang masih hidup,” ujar Alfa.

Selain mengangkat kisah pengasingan, buku ini juga menyoroti bagaimana sebagian tokoh buangan membangun hubungan sosial, pendidikan, agama, hingga kebudayaan bersama masyarakat Minahasa.

Jejak mereka disebut masih dapat ditemukan dalam cerita keluarga, arsip kolonial, maupun tradisi lisan yang bertahan hingga kini.

Kehadiran versi digital di Google Play Books diharapkan memudahkan pembaca dari berbagai daerah untuk mengakses buku tersebut secara praktis melalui perangkat telepon genggam maupun tablet.(Srapar)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari MANADO NEWS di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP Gacor Shop